Libya Buka Penyelidikan atas Tuduhan Perdagangan Manusia

Sonya Michaella    •    Kamis, 30 Nov 2017 19:28 WIB
perdagangan manusialibya
Libya Buka Penyelidikan atas Tuduhan Perdagangan Manusia
Duta Besar Libya untuk Indonesia, Sadegh ben Sadegh (tengah) (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Pihak berwenang Libya telah menugaskan pihak yang berkompeten di masalah keamanan untuk membuka penyelidikan komprehensif atas tuduhan perdagangan manusia yang dilakukan Libya. Berita ini juga sempat ramai di sejumlah media Barat. 
 
"Kami sudah menugaskan untuk dibukanya penyelidikan guna mengungkap kebenaran yang terjadi kepada publik lokal dan internasional," kata Duta Besar Libya untuk Indonesia, Sadegh ben Sadegh dalam konferensi persnya di Kedutaan Besar Libya di Jakarta, Kamis 30 November 2017.
 
Libya menganggap, jika memang ada praktek semacam itu, maka hal tersebut adalah dampak dari migrasi ilegal di mana Libya adalah negara yang paling sering terjadi eksodus migrasi ilegal.
 
"Maka dari itu, kami meminta komunitas internasional untuk serius dan terkoordinasi untuk membantu kami menghadapinya," ucap Sadegh.
 
"Libya juga telah mengeluarkan dana yang besar untuk membangun dan mengelola pusat penampungan migran dan memfasilitasi pemulangan sukarela ke negara asal," lanjut dia lagi.
 
Sejumlah media Barat akhir-akhir ini memberitakan bahwa di Libya kerap terjadi perdagangan manusia dalam bentuk penjualan dan pembelian asal dan keturunan Afrika yang dialihkan ke tujuan akhir yakni Eropa.
 
Libya sendiri adalah titik persimpangan utama untuk imigran berpindah lokasi dengan melintasi Laut Tengah.
 
Sadegh menekankan, mendukung Libya berarti sama dengan membantu menolak perdagangan manusia. Pemerintah kami juga sangat mengecam adanya perdagangan manusia yang masih marak. 



(FJR)