Presiden Afsel Diberi Waktu 48 Jam untuk Mundur dari Partai

Arpan Rahman    •    Selasa, 13 Feb 2018 10:47 WIB
afrika selatan
Presiden Afsel Diberi Waktu 48 Jam untuk Mundur dari Partai
Presiden Afrika Serikat Jacob Zuma diminta mundur dari Partai ANC dalam waktu 48 jam (Foto: AFP).

Pretoria: Partai berkuasa Afrika Selatan memberi waktu Presiden Jacob Zuma 48 jam untuk mengundurkan diri.
 
 
Keputusan untuk mendesak Zuma agar mundur atau terancam kehilangan jabatannya diambil pada pertemuan darurat khusus badan pembuat keputusan tertinggi Kongres Nasional Afrika (ANC) di dekat Pretoria, ibu kota administratif pada Senin malam 12 Februari.
 
Pertemuan komite eksekutif nasional ANC (NEC) digelar setelah semuanya menjadi jelas, akhir pekan. Bahwa hampir lima hari perundingan, antara Zuma dan wakil presiden, Cyril Ramaphosa, yang mengambil alih kepemimpinan ANC sejak Desember, telah gagal.
 
Setelah hampir 10 jam perdebatan sengit, Ramaphosa dan sekutu penting Zuma meninggalkan pertemuan beberapa saat sebelum tengah malam untuk pergi ke kediaman resmi presiden. Di sana diberikan ultimatum: mundur atau 'dicabut mandatnya', istilah teknis untuk proses panggilan bagi seorang Pejabat ANC meninggalkan pos mereka.
 
Zuma, yang memimpin ANC mulai 2007 dan telah menjadi presiden Afrika Selatan sejak 2009, mendapat tekanan makin kuat untuk mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir.
 
Kegemparannya selama sembilan tahun berkuasa sudah rusak gara-gara kemerosotan ekonomi dan banyak tuduhan korupsi. Hal itu merongrong citra dan legitimasi partai, yang menyebabkan rakyat Afsel bebas dari apartheid pada 1994.
 
Namun, tokoh berusia 75 tahun itu tetap mendapat dukungan penting di dalam partai tersebut dan pada tingkat lokal di banyak wilayah Afsel. Ralph Mathekga, analis dan penulis politik, mengatakan: "Zuma bukan hanya seseorang. Dia adalah sebuah sistem. Ada banyak orang yang kekayaan politiknya terkait dengannya."
 
"Kita sedang menyaksikan pertikaian dalam jiwa ANC. Inilah referendum tentang keseimbangan kekuatan sejati di dalam partai," serunya seperti dinukil Guardian, Selasa 13 Februari 2018.
 
Hanya sedikit yang berharap Zuma lolos dari jebakan politik yang memerangkapnya. "Jelas kita telah sampai di ujung jalan dengan pria itu -- kita akan memundurkannya kembali," kata seorang anggota NEC kepada jaringan TV Afsel, News 24, sebelum pertemuan dimulai.
 
Pada siang hari, juru bicara kepresidenan menggambarkan kegalauan dari laporan bahwa Zuma sudah setuju mengundurkan diri sebagai 'berita palsu'.
 
Richard Calland, ahli politik Afsel di University of Cape Town, mengatakan bahwa turunnya Zuma dari kepresidenan akan memberi Ramaphosa "kesempatan membangun kembali pemerintah dan partai pada saat bersamaan".
 
Jika dia memutuskan mundur, Zuma akan menulis surat kepada ketua parlemen. Mantan kepala keamanan ANC dan aktivis pembebasan juga menghadapi mosi tidak percaya di parlemen yang ditetapkan pada 22 Februari.
 
Pemimpin oposisi, Mmusi Maimane, yang memimpin partai Aliansi Demokratik, mengatakan partai oposisi tentu mendukung mosi tersebut dan menuntut pemilihan awal. "Siapapun dari ANC yang ingin memimpin negara ini harus mendapat mandat dari rakyat Afsel," katanya.



(FJR)