Remaja Palestina Ditembak Mati setelah Dituduh Menikam

Arpan Rahman    •    Kamis, 31 Jan 2019 17:39 WIB
palestinapalestina israel
Remaja Palestina Ditembak Mati setelah Dituduh Menikam
Ilustrasi (Foto:Medcom/Rakhmat Riyandi)

Yerusalem: Pasukan Israel menembak mati seorang gadis Palestina berusia 16 tahun setelah dia diduga berupaya menikam seorang polisi perbatasan. Kejadiannya di sebuah pos pemeriksaan antara Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem, menurut laporan media dan polisi setempat.

Polisi perbatasan Israel menembaki Samah Zuheir Mubarak, murid sekolah dari kota Ramallah di Tepi Barat, di pos pemeriksaan al-Zaeem. Lokasi itu memisahkan pemukiman Yahudi ilegal di Tepi Barat dari sebuah lingkungan terletak di Yerusalem Timur yang diduduki.

Keluarga Mubarak, yang bermukim di Jalur Gaza, berkata kepada media setempat bahwa pasukan Israel membunuh putri mereka dengan "darah dingin".

Dalam rilis video oleh polisi Israel, Mubarak terlihat berjalan menuju pos pemeriksaan. Dalam klip lain, dia tampak berdiri di dekat sebuah kendaraan dan sekelompok pasukan Israel. Setelah apa yang tampak sebagai perdebatan sengit, petugas polisi mundur, Mubarak ditembak oleh pasukan Israel dari jarak dekat dan tersungkur berlumuran darah ke tanah.

Klip lain menunjukkan pasukan Israel merazia barang-barangnya termasuk buku-buku dan perlengkapan sekolah saat mereka mengosongkan tasnya.

Yoram Halevi, kepala polisi Israel di Yerusalem, berkata gadis Palestina itu mengeluarkan sebilah pisau dan mencoba "menusuk" tentara Israel di pos pemeriksaan al-Zaeem, lalu ditembak.

"Tidak jelas apa latar belakangnya, apa alasannya (di balik kedatangannya ke pos pemeriksaan)," katanya, seperti dinukil dari laman Al Jazeera, Kamis 31 Januari 2019. Ditambahkan insiden itu sedang "diselidiki".

Insiden itu terjadi beberapa hari sesudah sedikitnya tiga warga Palestina lainnya terbunuh oleh pasukan dan pemukim Israel.

Pada Sabtu, Hamdi Naasan (38) tewas karena luka-lukanya di desa al-Mugheir di Tepi Barat setelah warga Israel dari pemukiman terdekat melepaskan tembakan.

Ayman Hamed, 18, dikebumikan di desanya di Silwad akibat kena tembakan tentara Israel yang membunuhnya pada Jumat karena dituduh melemparkan batu.

Polisi Israel juga mengambil nyawa Riyad Shamasneh dalam pengejaran di dekat Gerbang Damaskus Kota Tua di Yerusalem Timur pada Sabtu pagi.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional telah mengajukan kekhawatiran bahwa pasukan keamanan Israel telah menggunakan kekuatan berlebihan ketika menghadapi warga Palestina yang melakukan serangan atau diduga melakukan hal itu.

Polisi Israel melonggarkan peraturan langsung menembak sasaran dengan senjata api pada Desember 2015, yang memungkinkan petugas untuk melepaskan tembakan dengan amunisi langsung pada mereka yang melempar batu atau bom api sebagai opsi awal, tanpa harus menggunakan senjata tidak mematikan terlebih dulu.


(FJR)