Ratusan Tahanan asal Palestina di Penjara Israel Mogok Makan

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Apr 2017 14:31 WIB
israel palestina
Ratusan Tahanan asal Palestina di Penjara Israel Mogok Makan
Warga Palestina di Nablus membawa sejumlah foto orang yang ditahan di penjara-penjara Israel, Minggu 16 April 2017. (Foto: Xinhua / Barcroft Images)

Metrotvnews.com, Yerusalem: Ratusan narapidana asal Palestina yang ditahan di sejumlah penjara Israel menggelar aksi mogok makan. Sisanya diperkirakan bergabung pada Senin 17 April 2017, dalam salah satu protes terbesar selama beberapa tahun terakhir.

Dipimpin tokoh tahanan terkemuka organisasi Fatah, Marwan Barghouti, yang dipandang beberapa kalangan sebagai pengganti potensial Presiden Palestina Mahmoud Abbas, 700 tahanan bergabung dalam aksi mogok pada Minggu malam.

Para pengunjuk rasa meliputi anggota Fatah serta tahanan dari Hamas dan lainnya. 

Aksi mogok yang sudah lama direncanakan dinilai mendapat dukungan luas Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, serta para pemimpin Hamas di Gaza, telah mengumumkan dukungan mereka.

Dewan Nasional Palestina, badan legislatif dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), juga menyatakan dukungannya.

Dalam sebuah pernyataan dari Hamas, kelompok itu mengatakan: "Kami mengingatkan Dinas Penjara Israel untuk tidak melukai para peserta aksi.” Jumlah peserta aksi diprediksi akan bertambah hingga 2.000 di sejumlah penjara Israel.

Tuntutan para tahanan termasuk peningkatan hak membesuk dari anggota keluarga dan akses yang lebih mudah untuk menelepon.

Hak kunjungan di penjara Israel mendapat perhatian khusus. Peraturan Dinas Penjara Israel menetapkan bahwa semua tahanan berhak dikunjungi keluarga dua pekan sekali. 

Namun pada kenyataannya, warga Palestina dari wilayah Palestina yang diduduki Israel diminta mengajukan permohonan izin memasuki Israel lebih dahulu untuk menjenguk keluarnya di penjara. Izin masuk tersebut sering ditolak.


(WIL)