Pembangunan Tembok Dipercepat, Hamas akan Buat Israel Tidak Aman

Fajar Nugraha    •    Jumat, 08 Sep 2017 09:59 WIB
hamas
Pembangunan Tembok Dipercepat, Hamas akan Buat Israel Tidak Aman
Tembok pembatas yang dibangun Israel (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Gaza: Kelompok Hamas di Gaza menegaskan tidak khawatir atas tindakan Israel mempercepat pembangunan tembok pembatas di perbatasan dengan Gaza. Menurutnya tembok itu tidak akan membuat Israel aman.
 
Juru Bicara Hamas Abdullatif Al-Qanoua mengatakan, "Tindakan Israel mempercepat pembuatan tembok pemisah di perbatasan Jalur Gaza hanya berujung pada pengetatan blokade dan mencekik penduduk Jalur Gaza." 
 
"Terowongan adalah salah satu senjata perlawanan dalam membela rakyat Palestina. Dan perlawanan adalah hak yang dijamin berdasarkan semua hukum internasional," kata Al-Qanoua, seperti dikutip Xinhua, disitat dari Antara, Jumat 8 September 2017.
 
"Pendudukan takkan menikmati keamanan dan kestabilan selama pihak itu melanjutkan pengepungan, agresinya dan penolakan hak rakyat Palestina bagi kebebasan dan kemerdekaan," lanjutnya.
 
Di dalam teks yang sama, Brigade Izz Ed-Deen Al-Qassam, sayap militer HAMAS, meremehkan pentingnya pembuatan tembok di sekeliling Jalur Gaza. "Perlawanan akan menemukan penyelesaian yang cocok," katanya.
 
"Selama beberapa tahun, kami mengupayakan penyelesaian dan banyak percobaan dan teknik, tapi hasilnya nihil terhadap saluran yang digunakan bagi perlawanan bersenjata," kata kelompok tersebut di dalam satu komunike melalui surel.
 
Ditambahkannya, "Pendudukan (Israel) terus berjuang di balik ilusi sampai kedatangan penyelesaian radikal untuk menghapuskan fenomena yang telah lama menjadi wabah melalui tembok dengan peralatan elektronik yang dipasang di dalam dan tanah di atasnya. Kelompok itu menyatakan, "Tujuannya ialah mengurangi penyusupan melalui terowongan ke dalam rumah yang diduduki." 
 
Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa "semua upaya untuk menghapuskan terowongan gagal, sejak awal Intifada Al-Aqsha pada 2000 sampai hari ini dan kaum pendudukan masih mencari penyelesaian untuk menghapuskan fenomena terowongan, yang bukan penyelesaian untuk mengakhiri keberadaannya, tapi kekalahan kaum pendudukan atas Palestina." 
 
Jenderal Eyal Zamir, Komandan Zona Militer Selatan Isrel,  pada Agustus mengumumkan militer akan mempercepat pembuatan tembok pemisah dengan Jalur Gaza selama dua tahun guna mencegah penyusupan kelompok bersenjata dari wilayah tersebut melalui terowongan ke wilayah Israel.
 
Zamir menekankan tembok itu akan digali di wilayah Israel sejajar dengan pagar keamanan dengan Jalur Gaza, dan memperingatkan HAMAS bahwa "jika kelompok tersebut memilih untuk berperang akibat tembok tersebut, itu akan cukup buat Israel untuk berperang".
 
Israel "memusatkan serangan militernya ke Jalur Gaza pada Juli dan Agustus musim panas 2014 pada penghancuran terowongan dari wilayah Hamas ke Israel.

(FJR)