Pria Kanada Gagal Terbang Gara-Gara Obat Tidur

Willy Haryono    •    Sabtu, 03 Nov 2018 12:08 WIB
penerbangan duniapolitik kanada
Pria Kanada Gagal Terbang Gara-Gara Obat Tidur
Pesawat maskapai WestJet. (Foto: WestJet)

Toronto: Seorang pria asal Kanada diminta turun dari pesawat usai dirinya meminum obat tidur sesaat sebelum lepas landas. Stephen Bennet kesal dan merasa dipermalukan pihak maskapai atas insiden ini.

Bennet menyebut masalah dimulai saat kru kabin mencoba membangunkan dirinya sebelum lepas landas. Ia tidak diizinkan kembali ke pesawat meski tim medis bandara dan seorang doktor menyebut Bennet cukup fit untuk terbang.

Maskapai WestJet menegaskan kru kabin sudah bertindak sesuai prosedur saat meminta Bennet turun dari pesawat. Kru melihat adanya potensi "situasi darurat medis" saat tidak dapat membangunkan Bennet sebelum pesawat lepas landas.

Berasal dari Burnaby, British Columbia, Bennet beserta istri dan anaknya sedang dalam perjalanan menuju Kuba. Mereka berhenti sejenak untuk transit di Toronto.

Sedang dalam masa pemulihan pascastroke, Bennet naik ke pesawat lebih awal dan langsung tertidur. Hal pertama yang diingatnya adalah saat dibangunkan istrinya, dan ada seorang pramugari memintanya untuk turun.

Ia menilai sempat terjadi kesalahpahaman karena istri Bennet tidak lancar berbahasa Inggris. Namun Bennet tetap mengikuti arahan pramugari dan menjalani pemeriksaan kesehatan di bandara. 

Meski dinyatakan boleh terbang, Bennet tetap tidak boleh melanjutkan perjalanan. "Kejadian ini sangat memalukan. Pramugari (WestJet) telah menjadi hakim, juri dan eksekutor," sebut Bennet, seperti dilansir dari media BBC, Sabtu 3 November 2018.

"Kami tetap membela keputusan kru kami dan meyakini apa yang kami tawarkan kepada seorang tamu kami tepat," tutur pernyataan WestJet kepada BBC.

Keluarga Bennet, yang telah memesan perjalanan wisata ke Kuba, diinformasikan WestJet mereka dapat mengambil penerbangan berikutnya. Namun hal itu mengganggu paket wisata yang sudah dipesan sebelumnya. 

Merasa dirugikan, Bennet menginginkan kompensasi dari WestJet dan penjelasan menyeluruh mengapa dirinya tidak boleh terbang meski tim medis profesional dan seorang dokter membolehkannya.


(WIL)