Bunuh Tentara AS, Prajurit Yordania Divonis Kerja Paksa Seumur Hidup

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Jul 2017 21:07 WIB
penembakan
Bunuh Tentara AS, Prajurit Yordania Divonis Kerja Paksa Seumur Hidup
Ilustrasi aktivitas militer. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Amman: Sebuah pengadilan militer menjatuhkan vonis bekerja paksa di penjara seumur hidup terhadap seorang tentara Yordania, Senin 17 Juli 2017. 

Terdakwa dinyatakan bersalah dalam insiden baku tembak yang menewaskan tiga instruktur militer asal Amerika Serikat (AS) di sebuah pangkalan udara Yordania.

Seperti dikutip BBC, terdakwa bernama Marik al-Tuwayha mengaku "tidak bersalah." Ia mengaku terpaksa melepaskan tembakan karena meyakini pangkalan al-Jafr sedang diserang.

Ia menembakkan senjatanya ke arah kendaraan ketiga instruktur AS yang mendekat ke al-Jafr. Satu instruktur tewas di pangkalan militer, sementara dua lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Otoritas Yordania sebelumnya mengklaim tiga warga AS tewas terbunuh karena kendaraan mereka tidak mau berhenti saat mendekat ke al-Jafr. 

Tuwayha -- yang diyakini tidak memiliki kaitan dengan grup militan apapun -- mengatakan di pengadilan militer di Amman bahwa dirinya melepaskan tembakan setelah mendengar suara senjata api.

Namun Kedutaan Besar AS di Yordania menyebut bahwa tiga instruktur militer -- Matthew Lewellen, Kevin McEnroe dan James Moriarty -- mengikuti prosedur standar saat ditembaki Tuwayha.

Ini bukan kali pertamanya seorang instruktur AS tewas di Yordania.

November 2015, seorang kapten polisi Yordania menembaki pusat pelatihan dekat Amman. Penembakan menewaskan dua warga AS, satu Afrika Selatan dan dua Yordania.

Pemerintah Yordania ketika itu menyebut pelaku memang memiliki tabiat buruk. Namun beberapa sumber menduga dia adalah pendukung kelompok militan Islamic State (ISIS).


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA