Erdogan Ingatkan Oposisi untuk Tidak Pertanyakan Hasil Referendum

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Apr 2017 11:30 WIB
politik turkiturki
Erdogan Ingatkan Oposisi untuk Tidak Pertanyakan Hasil Referendum
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah berpidato di markas besar AKP di Istanbul, 16 April 2017. (Foto: AFP/BULENT KILIC)

Metrotvnews.com, Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memenangkan referendum bersejarah yang akan memperluas kekuasaannya. Di pihak lain, partai-partai oposisi mengatakan mereka akan menggugat hasil referendum.
 
Menurut kantor berita pemerintah Anadolu, hampir semua surat suara telah dihitung. Pilihan "iya" mengantongi 51,41 persen, sedangkan suara "tidak" 48,59 persen. 

Dalam sambutannya pertamanya dari Istanbul setelah perhitungan suara menunjukkan amandemen disetujui, Erdogan menebar nada menenangkan, berterima kasih kepada semua pemilih. Ia menyebut referendum sebagai "keputusan bersejarah".

"16 April adalah kemenangan semua yang mengatakan 'iya' atau 'tidak,' dari seluruh 80 juta jiwa, dari seluruh Turki," katanya, seperti dikutip Belfast Telegraph dari Associated Press, Senin 17 April 2017.

Tapi dia mengubah nada bicaranya ketika berbicara mengenai oposisi.

"Ada orang-orang yang meremehkan hasil ini. Mereka tidak usah mencobanya, itu akan sia-sia. Sudah terlambat sekarang," tegas dia.

Dewan Pemilu Turki mengatakan hasil akhir referendum akan diumumkan pada 11 hingga 12 hari mendatang.

Meskipun berselisih tipis, kemenangan besar kemungkinan telah dicapai Erdogan dalam referendum ini. Hasil pemilihan diperkirakan memiliki efek besar pada masa depan politik jangka panjang Turki dan hubungan internasionalnya.

Terdapat 18 amandemen konstitusi yang akan mulai berlaku setelah pemilu berikutnya yang dijadwalkan pada 2019, salah satunya adalah dihapuskannya jabatan perdana menteri dan perluasan kekuasaan eksekutif di tangan presiden.

Erdogan, kali pertama berkuasa pada 2003 sebagai perdana menteri, telah menegaskan sebuah sistem presidensial "gaya Turki" akan membawa stabilitas dan kemakmuran ke negara tersebut.

 


(WIL)