Dituduh Korupsi, Hakim MA Maladewa Ditangkap

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 06 Feb 2018 11:14 WIB
maladewa
Dituduh Korupsi, Hakim MA Maladewa Ditangkap
Polisi berjaga di depan Mahkamah Agung Maladewa. (Foto: AFP).

Male: Hakim Mahkamah Agung (MA) Maladewa Abdulla Saeed dan hakim lainnya ditangkap dengan tuduhan korupsi. Penangkapan terjadi usai Presiden Abdulla Yameen mengumumkan keadaan darurat di negara kepulauan tersebut.

Hakim Saeed dan Ali Hameed ditangkap bersama dengan administrator tertinggi pengadilan Hassan Saeed. Polisi mengatakan mereka ditangkap dengan tuduhan korupsi.

Penangkapan tersebut dilakukan beberapa jam setelah pihak keamanan Maladewa menangkap mantan presiden Maumoon Abdul Gayoom, yang merupakan saudara tiri dari Yameen yang hidup terasing.

Deklarasi keadaan darurat berlangsung selama 15 hari. Kantor berita AFP, Selasa 6 Februari menuturkan ketegangan bermmula saat Mahkamah Agung memerintahkan pembebasan sembilan tahanan politik.

Pengadilan tinggi juga telah memerintahkan pengesahan kembali 12 legislator yang dipecat karena membelot ke pihak oposisi. Langkah tersebut secara efektif memberi oposisi suara mayoritas dengan 85 anggota parlemen.

Hal ini bisa menjadi petaka bagi Yameen karena dia dapat dipecat dari jabatannya.

Gayoom juga dilaporkan telah memihak oposisi utama dan berkampanye untuk menggulingkan saudara tirinya.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Ibrahim Hussain Shihab, dalam sebuah pernyataan mengatakan putusan Mahkamah Agung yang meminta untuk membebaskan para tahanan politik, sebagai penentangan terhadap otoritas tertinggi.

"Putusan Mahkamah Agung berdiri menentang otoritas tertinggi di negara ini, konstitusi. Mahkamah Agung harus ingat bahwa hal itu juga terikat oleh undang-undang," kata dia.

Meski demikian, dia menambahkan, pemerintah menjamin krisis politik ini tidak akan berpengaruh pada keamanan warga dan wisatawan.


(WIL)