Iran Siap Jaga Lebanon Usai Ditinggal Perdana Menteri

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 08 Nov 2017 18:05 WIB
konflik lebanon
Iran Siap Jaga Lebanon Usai Ditinggal Perdana Menteri
Lebanon ditinggal mundur Perdana Menteri Saad al-Hariri (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani menuturkan negaranya akan membantu menjaga stabilitas Lebanon. Pasalnya, negara tersebut baru saja ditinggal mundur Perdana Menteri Saad al-Hariri.
 
Pengunduran diri ini mendorong Lebanon kembali ke garis depan perseteruan regional antara Arab Saudi dengan Iran. 
 
Keputusan ini juga menghancurkan pemerintahan koalisi Lebanon yang dibentuk tahun lalu, setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan politik. Koalisi dianggap mewakili kemenangan bagi Syiah Hizbullah dan Iran.
 
Namun, Rouhani memanggil rekannya dari Lebanon, Michel Aoun, pada Selasa kemarin dan meyakinkannya bahwa Iran akan mengatasi hasutan ini.
 
"Iran percaya bahwa masyarakat Lebanon akan mengatasi 'hasutan ini' dan tidak akan membiarkan negara mereka menjadi medan perang bagi kekuatan asing. Karena itu, Iran siap membantu menjaga stabilitas Lebanon, di tengah masa-masa sulit ini," ujar Rouhani, seperti dilansir dari laman Washington Post, Rabu, 8 November 2017.
 
Sementara itu, laman AFP melaporkan, Rouhani memperingatkan Arab Saudi untuk tidak mengancam Iran. "Anda tahu kemungkinan dan tempat republik Islam. Orang lebih hebat dari Anda yang tidak dapat melakukan apapun terhadap orang-orang Iran," katanya.
 
"Amerika Serikat dan sekutunya telah memobilisasi semua kemampuan mereka melawan kita dan tidak mencapai apapun," imbuhnya.
 
Mundurnya al-Hariri dilakukan di Arab Saudi. Langkah ini disebut-sebut dilakukan usai dirinya berkoordinasi dengan Riyadh, yang menganggap Iran sebagai rival utama di seantero Timur Tengah. 
 
Iran mengecam pengunduran diri Al-Hariri, yang menuduh langkah tersebut diputuskan dari luar Lebanon.
 
"Pengunduran diri Al-Hariri dilakukan atas rencana yang disusun Donald Trump, presiden Amerika Serikat, dan Mohammed bin Salman, putra mahkota Arab Saudi, untuk mengacaukan situasi di Lebanon dan kawasan," kata Hussein Sheikh al-Islam, penasihat tertinggi pemimpin Iran, dalam sambutan kepada stasiun penyiaran pemerintah Iran.
 
Sejak menjabat, Al-Hariri telah mengumpulkan bantuan internasional bagi Lebanon untuk menangani 1,5 juta pengungsi dari Suriah. Ia juga mencari bantuan senilai miliaran dolar untuk meningkatkan perekonomian Lebanon yang lesu.
 
Dia mengatakan orang-orang Lebanon menderita karena intervensi Hizbullah, baik secara internal maupun pada tingkat hubungan mereka dengan negara-negara Arab lainnya.



(FJR)