Hamas Ajak Rakyat Palestina Lakukan Perlawanan Baru Terhadap Israel

Fajar Nugraha    •    Jumat, 08 Dec 2017 11:53 WIB
palestinapalestina israel
Hamas Ajak Rakyat Palestina Lakukan Perlawanan Baru Terhadap Israel
Warga Palestina memprotes rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem (Foto: AFP).

Gaza: Kelompok Hamas mengajak warga Palestina untuk turut serta mengikuti 'Hari Kemarahan' sebagai bentuk protes pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
Mereka akan mengorganisir protes di wilayah Tepi Barat dan Gaza. Selain itu Hamas juga melakukan protes di pos keamanan yang dikuasai Israel, Jumat 8 Desember hari ini.
 
Dalam keterangannya, Hamas mendesak warga Palestina untuk meninggalkan langkah damai dan melakukan perlawanan baru terhadap Israel.
 
"Kita harus melakukan intifada baru di hadapan wajah para zionis," ujar pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dalam pidatonya di Gaza, seperti dikutip AAP, Jumat 8 Desember 2017.
 
Sebelumnya pada Kamis 7 Desember, sudah terjadi aksi demo antara warga Palestina. Aksi tersebut berujung pada bentrokan antara warga Palestina dengan pihak militer Israel yang melukai 49 orang.
 
 
"Mereka yang terluka disebabkan oleh tembakan pasukan Israel yang menggunakan peluru karet," ujar pihak medis.
 
Status Yerusalem, yang menjadi kota suci bagi Muslim, Yahudi dan Kristen, menjadi halangan besar perdamaian antara Israel dan Palestina.
 
Mengenai aksi 'Hari Kemarahan', protes akan dipusatakan di pos keamanan Israel di dekat Tepi Barat dan sepanjang perbatasan Gaza.
 
Sementara ibadah Salat Jumat di Masjid Al Aqsa di Yeruselem juga akan menjadi perhatian. Penasihat dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Naser Al-Qiwa, meminta protes dilakukan dengan damai.
 
Presiden Abbas sendiri melakukan pertemuan dengan Raja Yordania pada Kamis. Keduanya membahas pengakuan yang dilakukan oleh Trump terhadap status Yerusalem.
 
Israel sendiri menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadi wilayahnya. Palestina juga menganggap Yerusalem Timur bagian ibu kota di saat Palestina merdeka nantinya.
 
Tidak ada negara menempatkan kedutaannya di Yerusalem. Dunia internasional menganggap ibu kota Israel berada di Tel Aviv.



(FJR)