Usai Ledakan di Mesir, Koalisi Arab Saudi Bertekad Habisi Terorisme

Willy Haryono    •    Senin, 27 Nov 2017 10:44 WIB
konflik mesirarab saudiledakan mesir
Usai Ledakan di Mesir, Koalisi Arab Saudi Bertekad Habisi Terorisme
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dalam pertemuan koalisi militer di Riyadh, 26 November 2017. (Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE)

Riyadh: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan koalisi militer negaranya akan "terus memerangi terorisme hingga hancur sepenuhnya." Pernyataan dikutip kantor berita Al-Arabiya, Minggu 26 November 2017. 

"Kita tidak boleh membiarkan mereka (teroris) merusak nama agama kita yang cinta damai. Hari ini, kita menyampaikan pesan kuat bahwa kita semua bekerja sama dalam memerangi terorisme," tegas Pangeran Mohammed bin Salman dalam pertemuan Koalisi Antiterorisme Militer Islam yang dihadiri menteri pertahanan sejumlah negara sahabat di Riyadh. 

"Hari ini, kita menekankan kembali bahwa kita akan terus memerangi terorisme hingga tak bersisa lagi," lanjut dia. 

Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang kini memiliki sekitar 40 negara, dibentuk pada 2015 untuk memerangi terorisme. Koalisi dibentuk dalam merespons anggapan sejumlah pihak bahwa negara-negara Arab kurang berkontribusi dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS). 

Pernyataan Pangeran Mohammed bin Salman muncul setelah terjadinya ledakan dahyat di sebuah masjid Sufi di Sinai utara, Mesir, Jumat 24 November. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang, termasuk 27 anak-anak. 

Saluran televisi nasional Mesir Nile TV melaporkan 128 orang juga terluka dalam serangan tersebut. 

Masih dari laporan otoritas Mesir, para pelaku mengenakan seragam militer dan membawa senapan mesin. Setidaknya satu penyerang disebut-sebut membawa bendera ISIS saat memasuki masjid. 

Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Masjid Ar -Raudah, Markaz Bir El-Abd, kota El-Arish. Namun serangan ini diduga kuat dilakukan ISIS atau grup terafiliasi lainnya. Ini dikarenakan karena Sinai dikenal sebagai basis operasi ISIS di Mesir.

 


(WIL)