AS Tuduh ISIS Gunakan Perisai Manusia di Mosul

Arpan Rahman    •    Rabu, 19 Oct 2016 10:22 WIB
isis
AS Tuduh ISIS Gunakan Perisai Manusia di Mosul
Pasukan Irak berada di desa Bajwaniyah, sekitar 30 kilometer dari Mosul, 18 Oktober 2016. (Foto: AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Metrotvnews.com, Mosul: Amerika Serikat (AS) menuduh kelompok militan Islamic State (ISIS) menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia seiring semakin dekatnya pasukan Irak ke kota Mosul.

Sebanyak 700.000 penduduk diyakini masih berada di Mosul, di mana 5.000 lebih pejuang ISIS bersiap menghadapi serangan Irak. 

Muncul kabar kota terdekat dengan Mosul, Qaraqosh, telah dibebaskan. Komandan pasukan Irak membantahnya. Namun koalisi Irak yang didukung AS mengklaim telah mengusir ISIS dari sepuluh desa. 

Pasukan pemerintah bergerak dari selatan, sementara sekutu Kurdi mendekat dari timur. Keduanya tergabung dalam operasi merebut Mosul yang dimulai sejak Senin 17 Oktober.

Presiden AS Barack Obama berusaha meredakan kekhawatiran tentang eksodus warga sipil dari Mosul dan area sekitarnya. Obama telah menyiapkan rencana guna menangani kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan. 

Seberapa berbahaya bagi warga sipil di Mosul?

Saat ditanya awak media di Washington soal ISIS menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, juru bicara Pentagon Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan, "Itu benar."

"Mereka ditahan di sana atas kehendak mereka sendiri," katanya, Selasa 18 Oktober. "Kami belum melihat perubahan di hari terakhir ada orang yang mengungsi atau melarikan diri."

Warga yang dihubungi melalui telepon oleh kantor berita Reuters mengatakan, ISIS mencegah warga melarikan diri dari kota itu. ISIS telah mengarahkan beberapa warga menuju berbagai bangunan yang cenderung menjadi sasaran serangan udara.

Saat ini Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang membuat lokasi pengungsian baru di luar Mosul.

Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak, berasumsi bahwa sekitar 200.000 orang mungkin memerlukan perlindungan di hari-hari pertama hingga beberapa pekan di tengah operasi pemerintah Irak.

Seberapa jauh koalisi telah maju?


Tank pasukan Irak. (Foto: AFP)

Pasukan pemerintah dan Kurdi masih berada sekitar 30 dan 40 km dari Mosul. Menurut komandan pasukan darat Irak, Riadh Jalal Tawfeeq, mereka mengepung Qaraqosh ke timur, di mana para penembak jitu telah bergerak maju.

Laporan sebelumnya menyebutkan, kota itu telah dibebaskan, namun dibantah militer Irak. Sebelum perang, Qaraqosh, 32 km dari Mosul, adalah kota Kristen terbesar di Irak.

Para pejuang ISIS melakukan perlawanan keras di sekitar Mosul. ISIS merilis video yang menunjukkan militan mereka sedang menembaki kendaraan lapis baja koalisi. 

Kemajuan koalisi diharapkan berlanjut pada Rabu 19 Oktober. Sebanyak 34.000 personel keamanan Irak, pejuang Kurdi, suku Arab Muslim Sunni, dan paramiliter Syiah Muslim telah dikerahkan.

Mengapa Mosul begitu penting?

Ibu kota kaya minyak di provinsi Nineveh ini adalah kota terbesar kedua di Irak. ISIS menguasai Mosul pada Juni 2014. Pendudukan menandai bangkitnya ISIS sebagai kekuatan besar, sebuah kelompok ekstrim Muslim Sunni yang mampu mengendalikan wilayah.

Uni Eropa telah memperingatkan bahwa militan akan melarikan diri dari Mosul. Banyak dari mereka adalah warga sejumlah negara Uni Eropa, yang bisa pulang ke kampung halaman masing-masing dan menimbulkan risiko keamanan serius.

Beberapa militan yang terlibat dalam serangan mematikan ISIS terhadap Paris, November lalu, juga beraksi setelah pulang dari Suriah.

Mosul dulunya merupakan salah satu kota Irak paling beragam, terdiri dari orang Arab, Kurdi, Assyria, dan Turkmenistan, serta berbagai kelompok agama minoritas.

Perang Mosul (dalam angka):

700.000 penduduk diperkirakan masih tersisa di sana

3.000-5.000 militan ISIS

25.000 tentara ambil bagian dalam operasi perebutan

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA