Kuwait Hukum Gantung Pangeran yang Bunuh Keponakan

Willy Haryono    •    Kamis, 26 Jan 2017 12:46 WIB
eksekusi mati
Kuwait Hukum Gantung Pangeran yang Bunuh Keponakan
Ilustrasi tali yang biasa digunakan dalam hukuman mati. (Foto: Al Arabiya)

Metrotvnews.com, Kuwait City: Kuwait menggantung tujuh tahanan, Rabu 25 Januari, di antaranya Sheikh Faisal Abdullah al-Jaber al-Sabah, yang diyakini menjadi anggota pertama dari monarki Teluk yang dieksekusi.

Menurut kantor berita Reuters, Al-Sabah dihukum atas pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata api ilegal, setelah membunuh keponakannya pada 2010.

Korbannya, Sheikh Basel Salem Sabah al-Salem al-Sabah, juga seorang pangeran. Dia adalah keponakan pelaku, tapi 20 tahun lebih tua dari pamannya Sheikh Faisal. Ayah Basel adalah duta besar Kuwait untuk Amerika Serikat periode 1970-1975.

Seperti dilaporkan Khaleej Times, Sheikh Basel yang duduk di kursi roda diundang untuk pembicaraan pribadi di Maseelah Palace oleh Sheikh Faisal, yang lantas menembaknya 5 sampai 7 kali dari jarak dekat dengan pistol milik anggota pasukannya. Para pejabat Kuwait belum tahu mengapa Faisal melakukannya, dengan mengesampingkan "motif politik" atas pembunuhan itu.

Para tahanan yang digantung bersama Faisal termasuk seorang wanita yang membakar tenda pernikahan kedua suaminya, menewaskan lebih dari 40 perempuan dan anak-anak, ditambah tiga pria dan dua wanita dari Bangladesh, Mesir, Ethiopia, dan Filipina. Menurut Reuters, pelanggaran mereka termasuk "pembunuhan, percobaan pembunuhan, penculikan, dan pemerkosaan."

Sky News melaporkan wanita Filipina adalah mantan pembantu yang dihukum karena membunuh anak majikannya. 

"Pekerja migran seperti Pawa sering dihukum mati menurut statistik eksekusi di Teluk Persia, di mana mereka sering menderita akibat kurangnya perwakilan hukum dan dapat diabaikan dari penerjemah pengadilan," seperti tercatat dalam laporan, yang dikutip Breitbart News, Rabu (25/1/2017).

Eksekusi ini merupakan kali pertama di Kuwait sejak 2013, dan tidak lama setelah eksekusi pertama Bahrain dalam tujuh tahun, sebagai bagian dari kebangkitan hukuman mati di seluruh negara Teluk.

"Mereka yang dieksekusi termasuk pemuda yang masih anak-anak ketika mereka ditangkap, demonstran politik, dan orang-orang yang disiksa dalam 'pengakuan' palsu," kata direktur Harriet McCulloch dari kelompok anti-hukuman mati Reprieve. 

"Pembersihan ini menggunakan cara-cara ilegal hukuman mati yang tidak ada hubungannya dengan keadilan atau aturan hukum," pungkasnya.


(WIL)

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

9 hours Ago

Polisi telah melakukan total 15 pencarian terkait aksi teror di berbagai alamat di sekitar London.

BERITA LAINNYA