Penembak di Masjid Quebec Divonis Penjara Seumur Hidup

Willy Haryono    •    Sabtu, 09 Feb 2019 10:07 WIB
penembakanpolitik kanada
Penembak di Masjid Quebec Divonis Penjara Seumur Hidup
Alexandre Bissonnette. (Foto: Facebook)

Quebec: Seorang pria Kanada yang membunuh sejumlah orang di dalam sebuah masjid di Kota Quebec pada 2017 telah dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup. Alexandre Bissonnette, 29, baru dibolehkan mengajukan pembebasan bersyarat usai masa hukumannya mencapai 40 tahun.

Tim jaksa awalnya menuntut vonis total 150 tahun masa tahanan untuk Bissonnette, yang akan menjadi hukuman penjara terberat dalam sejarah Kanada. Namun Hakim Pengadilan Tinggi Quebec Francois Huot memutuskan vonis seumur hidup, dengan kesempatan bebas bersyarat usai 40 tahun berlalu.

Saat membacakan vonis untuk Bissonnette, seperti dikutip dari laman BBC, Sabtu 9 Februari 2019, Huot mengatakan bahwa "hukuman seharusnya bukan suatu tindakan balas dendam." Hukuman untuk pelaku pembunuhan tingkat pertama di Kanada adalah penjara seumur hidup, dengan kesempatan bebas bersyarat setelah 25 tahun berlalu.

Pada 29 Januari 2017, Bissonnette menyerang Pusat Budaya Islamic Quebec dan menembaki mereka yang sedang salat. Enam orang tewas dan lima lainnya terluka parah dalam penembakan tersebut.

Maret tahun lalu, Bissonnette mengakui telah membunuh Khaled Belkacemi, 60, Azzedine Soufiane, 57, Abdelkrim Hassane, 41, Mamadou Tanou Barry, 42, Aboubaker Thabti, 44, and Ibrahima Barry, 39.

Dua juga mengaku bersalah atas enam upaya pembunuhan, termasuk untuk penembakan ke arah 35 orang di lokasi kejadian, yang tidak melukai satu pun dari mereka.

"Saya menyesal atas apa yang saya lakukan," ujar Bissonnette di ruang persidangan Quebec. "Saya bukan teroris, saya juga tidak fobia terhadap Islam," lanjut dia.

Islamofobia atau ketakutan terhadap Islam meningkat di Quebec dalam beberapa tahun terakhir di tengah perdebatan politik mengenai apakah niqab, penutup wajah wanita Muslim, harus dilarang atau tidak. 
 
Di provinsi Ontario, sebuah masjid dibakar pada 2015, satu hari setelah penembakan dan bom bunuh diri di Paris, Prancis.


(WIL)