Gunakan Mobil Bercat PBB, Pengebom Ledakkan Diri di Mali

Arpan Rahman    •    Sabtu, 30 Jun 2018 14:18 WIB
konflik mali
Gunakan Mobil Bercat PBB, Pengebom Ledakkan Diri di Mali
Puing bangunan di lokasi bom bunuh diri di Sahel, Mali, 29 Juni 2018. (Foto: AFP)

Sevare: Seorang pengebom bunuh diri dalam kendaraan bercat warna resmi PBB, menyerang markas besar pasukan anti-teror internasional di Mali, G5 Sahel, Jumat 29 Juni 2018. Aksi ini menewaskan dua tentara dan seorang warga sipil, menurut keterangan sumber keamanan dan seorang pemimpin lokal.

Dinding pintu masuk gedung hancur lebur. Kekuatan ledakan membuat kendaraan pelaku terpelanting ke dalam markas pasukan anti-teror.

Support Group for Islam and Muslims, grup terafiliasi Al-Qaeda, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut via sambungan telepon ke kantor berita Mauritania Al-Akhbar.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam "serangan terhadap Markas Gabungan G5-Sahel."

Ini kali pertama terjadi serangan ke markas pasukan lima negara, yang dibentuk dengan dukungan Prancis pada 2017 untuk menggulingkan pemberontak militan  dan kelompok kriminal di wilayah Sahel yang luas dan tidak stabil.

"Tak lama setelah salat Jumat, seorang pengebom bunuh diri di sebuah kendaraan yang dicat dengan warna PBB meledak di pintu masuk pangkalan G5 di Sevare. Itu ledakan besar," kata sebuah sumber militer dalam pasukan G5 Sahel kepada AFP.

Dua tentara dari pasukan itu dan seorang warga sipil tewas. Dua penyerang juga tewas akibat ledakan. Pemerintah Mali mengatakan dua tentara yang tewas adalah anggota angkatan bersenjata mereka.


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA