Mesir Jatuhkan Vonis untuk 700 Orang atas Aksi Protes 2013

Willy Haryono    •    Minggu, 09 Sep 2018 13:12 WIB
mesir
Mesir Jatuhkan Vonis untuk 700 Orang atas Aksi Protes 2013
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. (Foto: AFP)

Kairo: Mesir telah menjatuhkan vonis untuk lebih dari 700 orang atas unjuk rasa pro kelompok Ikhwanul Muslimin usai Presiden Mohammed Morsi digulingkan pada 2013.

Seperti dikutip dari BBC, Sabtu 8 September 2018, pengadilan Mesir mengonfirmasi 75 orang divonis hukuman mati dan 47 lainnya penjara seumur hidup.

Aksi kekerasan meletus di lapangan Rabaa al-Adawiya di Kairo usai Morsi digulingkan. Kala itu, ratusan orang pro Morsi tewas dibunuh pasukan keamanan Mesir.

Tidak berhenti sampai di situ, Presiden Abdel Fattah al-Sisi kemudian menggelar operasi untuk menangkap seluruh pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin, kelompok terlarang di Mesir.

Mereka yang divonis dalam pengadilan massal di Mesir ini dituduh telah melakukan berbagai pelanggaran, termasuk menyulut aksi kekerasan, pembunuhan dan menggelar unjuk rasa ilegal.

Vonis mati untuk 75 orang sudah dijatuhkan pada Juli lalu, dan dikonfirmasi kembali dalam persidangan terbaru. Konfirmasi tersebut menandai akhir dari persidangan massal terkait aksi protes 2013.

Sejumlah politikus dan tokoh masyarakat terkait Ikhwanul Muslimin termasuk dalam mereka yang dijatuhi vonis hukuman seumur hidup. Salah satu dari mereka adalah petinggi Ikhwanul Muslimin, Mohammed Badie.

Seorang jurnalis peraih penghargaan, Mahmoud Abu Zeid atau dikenal sebagai Shawkan, divonis lima tahun penjara. Ia ditahan karena mengambil foto pembubaran demonstrasi 2013.

Grup hak asasi manusia Amnesty International menilai persidangan massal ini "sangat tidak adil" dan bertentangan dengan konstitusi Mesir.

Sementara Human Rights Watch (HRW) menyebut pasukan Mesir telah membunuh sedikitnya 817 pengunjuk rasa pro Morsi, yang dinilai dapat berujung pada kejahatan terhadap kemanusiaan.

Namun pemerintah Mesir menyebut banyak demonstran yang membawa senjata api dan membunuh sejumlah polisi. Setelah aksi protes 2013 itu, Mesir menetapkan Ikhawanul Muslimin sebagai "organisasi teroris."


(WIL)