Dubes Arab Saudi Siap Bantu 20 WNI Terancam Hukuman Mati

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 07 May 2018 16:53 WIB
indonesia-arab saudiperlindungan wni
Dubes Arab Saudi Siap Bantu 20 WNI Terancam Hukuman Mati
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Mohammed Abdullah Shuaibi ingin TKI mengerti hukum di negaranya (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Mohammed Abdullah Shuaibi mengatakan tenaga kerja Indonesia (TKI) atau jemaah haji asal Indonesia harus diberikan sosialisasi mengenai hukum yang berlaku di Negeri Petro Dolar tersebut.

Namun di saat bersamaan Dubes Osamah menegaskan akan membantu warga negara Indonesia Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati. Tercatat ada 20 WNI yang saat ini terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Hingga saat ini, 20 WNI yang terancam hukuman mati, lima di antaranya dituding terkait dugaan praktik ilmu hitam. "Bagi WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, pemerintahnya bekerja sama membantu untuk membebaskan, namun semuanya sesuai dengan hukum yang berlaku," ucap Dubes Osamah di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Senin, 7 Mei 2018..
 
"Sekali lagi harus menghormati hukum di negara kami," tegasnya.

Sosialisasi mengenai hukum di Arab Saudi menjadi kunci bagi WNI agar terhindar dari kasus hukum.  "Para pelancong, baik sebagai pekerja maupun yang akan beribadah haji, harus diberikan sosialisasi mengenai hukum yang berlaku di Arab Saudi," katanya 
 
Dengan sosialisasi tersebut, tentunya para pelancong ini akan mengerti mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jika pengetahuan akan hukum sudah diperoleh, maka kecil kemungkinan ada WNI atau TKI yang akan terjerat masalah hukum.
 
Selain itu, ucap Osamah, menghormati hukum di suatu negara sangat diperlukan. Karenanya, masyarakat Indonesia juga harus menghormati hukum di Arab Saudi saat mereka terjerat masalah.
 
"Caranya dengan mengikuti proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku," tukasnya.
 
Tetapi Arab Saudi bersama dengan pemerintah Indonesia harus mengintensifkan komunikasi, terutama terkait notifikasi adanya WNI yang terancam dihukum mati.
 
(Baca: Kasus Zaini, Kemenlu Akui Kurang Komunikasi dengan Arab Saudi).
 
Contoh nyata adalah hukuman mati TKI, Zaini Misrin yang mendapat perhatian dari berbagai pihak karena eksekusi dilakukan tanpa ada notifikasi dari kerajaan.
 
Kementerian Luar Negeri Indonesia lewat Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) mengakui hal tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi. Kasubdit Kawasan II Direktorat PWNI dan BHI Kemenlu Arief Hidayat menyatakan, saat itu, proses peninjauan kembali sudah diterima, dan ini hanya masalah komunikasi. Masalah teknik komunikasi di lapangan ke depan akan ada perbaikan.


(FJR)