Turki Khawatir dengan Unjuk Rasa di Iran

Willy Haryono    •    Selasa, 02 Jan 2018 18:08 WIB
politik iranpolitik turki
Turki Khawatir dengan Unjuk Rasa di Iran
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Ankara: Turki mengaku "khawatir" terhadap unjuk rasa berkepanjangan yang melanda negara tetangganya, Iran. Ankara mengingatkan potensi terjadinya peningkatan ketegangan dalam demonstrasi tersebut. 

Unjuk rasa di Iran dimulai Kamis pekan lalu di Mashhad, kota kedua terbesar di Iran. Awalnya pedemo hanya mengecam kenaikan harga barang-barang kebutuhan, namun jadi menentang rezim Iran secara keseluruhan. 

"Kami khawatir mendengar berita protes di Iran yang meluas, menimbulkan korban jiwa dan juga ada beberapa gedung yang rusak," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip AFP, Selasa 2 Januari 2018. 

"Akal sehat harus dikedepankan untuk mencegah meningkatnya ketegangan," lanjutnya. 

Ankara -- yang juga dilanda protes terhadap Recep Tayyip Erdogan (masih menjadi PM) pada 2013 -- mengimbau "pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas dalam negara bersahabat seperti Iran."

Iran Menginginkan Perubahan

Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan persatuan atas demonstrasi parah yang terjadi di beberapa kota di Iran, enam hari terakhir. Korban tewas pun kini mencapai 21 orang, termasuk polisi.

Rouhani juga mendesak militer Iran untuk memastikan bahwa kepentingan nasional dan kestabilan negara tetap terjaga.

Kericuhan yang terjadi di Teheran juga mendapat komentar dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengatakan bahwa Iran memerlukan perubahan.

"Rezim yang menindas tidak dapat bertahan selamanya. Akan tiba hari ketika warga Iran menghadapi pilihan," ungkap Trump.

Menanggapi komentar ini, Rouhani membalas bahwa Trump tidak memiliki hak untuk bersimpati dengan pedemo dan juga rakyat Iran.

 


(WIL)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

4 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA