Pemerintahan Assad Tak Hadir dalam Pembukaan Perundingan Damai Suriah

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 28 Nov 2017 12:58 WIB
krisis suriah
Pemerintahan Assad Tak Hadir dalam Pembukaan Perundingan Damai Suriah
Anak-anak di Suriah dihadapkan pada kehancuran tempat tinggalnya (Foto: AFP).

Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuka kembali perundingan damai Suriah. Sayangnya, di saat terakhir, pemerintah Suriah mengatakan bahwa perundingan damai tersebut tidak perlu sampai ke Jenewa.
 
Karenanya, mereka menyatakan absen dari perundingan tersebut. Hal itu menimbulkan pukulan pada perundingan yang tak kunjung menemukan solusi.
 
 
Dilansir dari laman AFP, Selasa, 28 November 2017, putaran kedelapan perundingan tersebut dipandang sebagai kesempatan bagi PBB untuk merevitalisasi desakannya agar perang enam tahun di Suriah dihentikan. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 340 ribu orang dan meninggalkan Suriah dalam kehancuran.
 
Utusan PBB Staffan de Mistura, telah menekankan kebutuhan mendesak akan kemajuan politik. Dia juga mengumumkan untuk membentuk tim negosiasi terpadu untuk pertama kalinya.
 
Namun, pada malam menjelang pembukaan kembali perundingan, Mistura mengatakan pada Dewan Keamanan bahwa pemerintah rezim Bashar al-Assad belum berkomitmen untuk muncul.
 
"Pemerintah (Suriah) tidak mengonfirmasi keikutsertaan mereka di Jenewa," katanya.
 
Utusan PBB ini mengungkit janji Assad kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu. Kala itu Assad mengatakan siap berdialog.
 
"Dia mengingkari komitmennya kepada Presiden Putin," seru Mitsura.
 
Mitsura menjelaskan bahwa jika Assad menepati janjinya, maka negosiasi ini bisa menjadi harapan untuk kesepakatan damai. Namun, hal tersebut harus diikuti dengan mundurnya Assad dari jabatan presiden.



(FJR)