Tahun Depan Produk Palestina Dapat Potongan Tarif di Indonesia

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:45 WIB
palestinapalestina merdeka
Tahun Depan Produk Palestina Dapat Potongan Tarif di Indonesia
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, paling cepat awal tahun depan zero tarif (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Palestina meminta adanya pemotongan tarif atau zero tarif untuk beberapa produknya yang masuk ke Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, paling cepat awal tahun depan zero tarif ini sudah dapat diwujudkan.
 
"Itu sudah dibahas dengan Kementerian Agama dan kementerian lainnya. Saat ini kita sedang dalam tahap final. Awal tahun depan semoga bisa diwujudkan," kata Menlu Retno, ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.
 
Usaha Indonesia ini juga sebagai dukungan penuh Indonesia untuk pembangunan Palestina, di samping Indonesia juga mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
 
"Dalam perjuangan kita untuk kemerdekaan palestina, kita didukung penuh oleh masyarakat Indonesia dan kemudian tahun depan kita akan melakukan proyek desalinasi air," ujar dia.
 
Proyek ini, lanjutnya, juga dilakukan berdasarkan komunikasi dengan komunitas di Palestina. Selain itu, pelayanan medis juga menjadi perhatian Indonesia untuk Palestina.
 
"Tahun depan, kita juga penuhi kebutuhan beberapa ambulans untuk Palestina. Kita sering melihat di sana, saat terjadi keadaan darurat, harus dilakukan emergency response. Itu yang mereka butuhkan dari kita," tutur Menlu Retno lagi.
 
Menlu Retno lagi-lagi menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah jantung politik luar negeri Indonesia. 
 
"Ke mana pun Palestina pergi, mereka selalu menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Indonesia yang sangat besar terhadap rakyat Palestina," ungkap dia.
 
Dukungan ini tidak saja berupa dukungan politis, tetapi juga dukungan yang sifatnya sangat konkret berupa technical assistance atau bantuan teknis seperti 1.800 orang Palestina yang dididik di Indonesia dengan fokus bermacam-macam bidang seperti agrikultur, diplomatic training sampai women empowerement atau pemberdayaan perempuan.
 
Indonesia juga sudah memiliki dua Rumah Sakit di Gaza khusus cardiac hospital dan satu lagi yang dibangun atas donasi masyarakat Indonesia.



(FJR)