Yordania Sebut Trump Lontarkan Keputusan yang Berisiko

Sonya Michaella    •    Rabu, 06 Dec 2017 08:11 WIB
palestina israel
Yordania Sebut Trump Lontarkan Keputusan yang Berisiko
Raja Yordania, Raja Abdullah II. (Foto: AFP)

Yerusalem Timur: Juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rdainah menegaskan bahwa Presiden Mahmoud Abbas langsung berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara usai dirinya ditelepon oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baru saja, Trump menelepon Abbas di mana Trump membicarakan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Presiden Abbas langsung menelepon Raja Abdullah, Paus Fransiskus, Presiden Rusia dan Presiden Prancis. Ia meminta agar para pemimpin dunia mengintervensi langkah itu agar tidak terjadi," kata Rdainah, dikutip dari AFP, Rabu 6 Desember 2017.

Sementara itu, Istana Kerajaan Yordania juga sudah mengeluarkan pernyataan. Raja Abdullah mengingatkan Trump bahwa keputusan tersebut sangat berisiko besar terhadap upaya perdamaian Palestina dan Israel.

"Yerusalem adalah kunci untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia," demikian bunyi pernyataan Istana Kerajaan Yordania.

Yordania pun kabarnya langsung merencanakan pertemuan darurat dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas keputusan AS  tersebut.

Trump bersikeras memenuhi janji kampanye terkait Yerusalem, meski 'dikepung' dua pendapat. Ia memang sempat berjanji memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, sesuai hukum AS.

Pada Oktober 1995, Kongres AS meloloskan hukum mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.


(FJR)