Sajikan Ikan Terlarang, Wanita Kongo Dibunuh Pemberontak

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:38 WIB
konflik kongo
Sajikan Ikan Terlarang, Wanita Kongo Dibunuh Pemberontak
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, M'banza-Kongo: Seorang wanita diperkosa di depan umum dan dibunuh kelompok militan pemberontak di Kongo. Aksi keji tersebut dilakukan hanya usai dia menyajikan makanan ke mereka.
 
Menurut saksi mata, wanita dan anak tirinya itu tengah memasak untuk disajikan kepada pemberontak Kamuina Nsapu. Usai menyajikan makanan, mereka ditarik orang-orang bersenjata tersebut dan diperkosa di muka umum.
 
Dilansir dari laman The Independent, Rabu 11 Oktober 2017, tak hanya diperkosa, keduanya kemudian dibunuh. Saksi mata melaporkan beberapa dari pembunuh meminum darah korban juga.
 
Pembunuhan tersebut dikaitkan dengan ritual perlindungan oleh Kamuina Nsapu selama masa perang. Wanita tersebut merupakan pemilik restoran kecil yang menyajikan makanan 'terlarang'.
 
Beberapa video dari saksi mata berhasil dikumpulkan. Di rekaman tersebut terlihat wanita itu ditarik rambutnya. Mereka mengatakan dia harus mati karena telah melakukan pengkhianatan tinggi.
 
"Dia dituduh menyajikan ikan terlarang kepada pemberontak yang berperang di garis depan di Kabao. Mereka mengatakan dia memberi kacang-kacangan yang berisi potongan kecil ikan lokal," seru penduduk kota yang tak disebutkan namanya itu.
 
"Wanita itu dianggap telah mematahkan pesona perlindungan mereka, dan dewan pemberontak yang dipimpin pria bernama Kabata menghukum wanita dan anak istri kedua suaminya itu. Sebelum membunuhnya, perempuan itu diperkosa di depan umum," imbuh saksi mata tersebut.
 
Saksi itu mengatakan orang-orang dipaksa menyaksikan eksekusi tersebut. Karena tak punya pilihan, mereka terpaksa menyaksikan perbuatan keji para militan.
 
Para anggota polisi kabur sepekan sebelum kejadian itu berlangsung. Para warga dibiarkan bergumul sendiri melawan militan bersenjata tersebut.
 
Sementara itu, mayat kedua wanita itu dimutilasi dan dibiarkan di lapangan selama dua hari. "Setelah dua hari, mereka dikuburkan di dekat lokasi, Palang Merah membantu memindahkan mayat mereka ke pemakaman," serunya.
 
Luebo merupakan sebuah kota berpenduduk 40 ribu orang di Kongo. Sejak awal tahun, wilayah itu diduduki kelompok militan Kamuina Nsapu. Mereka berhasil memukul mundur Angkatan Darat Kongo yang menjaga wilayah itu.



(FJR)