Mantan PM Lebanon: Saya Segera Kembali

Sonya Michaella    •    Senin, 13 Nov 2017 08:55 WIB
konflik lebanon
Mantan PM Lebanon: Saya Segera Kembali
Sejumlah poster Hariri di Beirut dengan tulisan "Kami bersama Hariri". (Foto: SKynews)

Riyadh: Mantan Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri mengatakan, dirinya dapat bebas pergi ke mana saja meski ada spekulasi ia menjadi tahanan rumah di Arab Saudi.

"Sesegera mungkin, saya akan kembali. Pengunduran diri saya memang dirancang untuk menimbulkan kejutan di kawasan ini," kata Hariri, dikutip Sky News, Senin 13 November 2017.

"Saya memperingatkan agar Iran tak menginterupsi yang bisa merusak hubungan negara-negara Arab lainnya," lanjut dia lagi.

Hariri, yang memegang kewarganegaraan ganda yakni Lebanon dan Arab Saudi, menuduh Iran dan Hizbullah mengambil alih negaranya dan mendestabilisasi wilayah yang lebih luas lagi.

Sementara itu, Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah, yang gerakannya merupakan bagian dari pemerintahan Hariri namun didukung oleh Iran, mengatakan bahwa Hariri ditahan di Arab Saudi dan dilarang kembali ke Lebanon.

Sejumlah pejabat di Lebanon juga mengatakan bahwa pengunduran diri Hariri tidak diterima karena dilakukan di Riyadh. Arab Saudi juga menuduh Hizbullah dan Iran mendukung pemberontak Syiah di Yaman yang dikenal dengan Houthi.

Sejak pesawat Hariri mendarat di Arab Saudi pada 3 November kemarin, tidak ada penyambutan yang dilakukan Arab Saudi. Kabarnya, ponsel Hariri disita, dan keesokan harinya ia terpaksa mengundurkan diri sebagai PM.

Langkah tersebut mendorong Lebanon kembali ke garis depan sebuah perjuangan yang membentuk kembali Timur Tengah, antara kekuasaan monarki Sunni Saudi dan Syiah Iran.

Sumber yang dekat dengan Hariri mengatakan Arab Saudi telah menyimpulkan bahwa perdana menteri itu -- sekutu lama Saudi dan putra perdana menteri Rafiq al-Hariri, yang dibunuh pada 2005 -- harus mundur karena dia tidak mau menghadapi Hizbullah.


(FJR)