Baku Tembak di Idlib Suriah Tewaskan 66 Orang

Willy Haryono    •    Jumat, 29 Dec 2017 18:45 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Baku Tembak di Idlib Suriah Tewaskan 66 Orang
Pasukan rezim Suriah berada di dekat desa Sawwan. (Foto: AFP/GEORGE OURFALIAN)

Idlib: Pertempuran antara pemberontak bersama sejumlah ekstremis melawan pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia menewaskan sedikitnya 66 orang di pinggiran Provinsi Idlib. 

Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya adalah warga sipil yang tewas terkena serangan udara. Laporan disampaikan grup pengawas Syrian Observatory for Human Rights, Jumat 29 Desember 2017. 

Kepala Observatory Rami Abdel Rahman mengatakan tujuh anak-anak merupakan bagian dari 19 korban tewas. 

Sebanyak 27 prajurit dan anggota unit paramiliter tewas dalam pertempuran. Begitu juga dengan 20 milisi anti-rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang berasal dari beberapa grup pemberontak dan mantan kelompok terafiliasi Al-Qaeda, Fateh al-Sham.

Kekerasan terbaru di Idlib menandai fase awal operasi pasukan pemerintah di Idlib, satu-satunya provinsi di Suriah yang sepenuhnya berada di luar kendali rezim Assad. 

Seorang koresponden AFP di dekat lokasi pertempuran mengatakan serangan udara berlangsung intens sejak 24 jam terakhir. 

Sejumlah pemimpin pemberontak menyerukan peringatan dengan menggunakan pengeras suara kepada warga sipil di lokasi pertempuran, bahwa salat Jumat kali ini dibatalkan. Warga juga diminta untuk tetap berada di rumah masing-masing. 

Ratusan warga sipil memilih melarikan diri ke wilayah lain, yang memicu antrean panjang mobil dan truk menuju kota Idlib. 

Sementara itu, sejumlah grup pemberontak Suriah, termasuk beberapa tokoh berpengaruh yang ada di dalamnya, menolak rencana dialog damai di Sochi, Rusia, pekan mendatang. Dialog diusulkan sebagai kelanjutan dari proses mengakhiri konflik di Suriah yang sudah berlangsung sejak 2011. 

Rusia dan Iran, dua negara sekutu utama rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, sepakat dengan Turki pada Jumat kemarin untuk menggelar "Kongres Dialog Nasional" di Sochi pada 29 dan 30 Januari 2018. 

Pemerintah Suriah bersedia hadir dalam dialog. Namun kubu pemberontak menolaknya, dan menganggap dialog di Sochi berpotensi mengaburkan hasil dari negosiasi damai di level Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA