Peringatan Kudeta Turki: Erdogan Puji Para "Pembela Negara"

Willy Haryono    •    Minggu, 16 Jul 2017 12:42 WIB
kudeta turki
Peringatan Kudeta Turki: Erdogan Puji Para
Puluhan ribu orang memadati jembatan Bosphorus dalam perayaan satu tahun percobaan kudeta di Turki, 15 Juli 2017. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Istanbul: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan pidato emosional ke hadapan puluhan ribu orang dalam peringatan percobaan kudeta yang terjadi pada 15 Juli 2016. 

Hampir 250 orang tewas dan 2.196 lainnya terluka dalam percobaan kudeta yang dilancarkan sebuah faksi di internal militer Turki tahun lalu.

"Orang-orang pada malam itu tidak memiliki senjata. Mereka hanya mempunyai bendera dan yang terpenting, mereka memiliki keyakinan," ungkap Erdogan, seperti dikutip BBC, Sabtu 15 Juli 2017. 

Erdogan memuji keberanian warga Turki yang berkumpul di jembatan Bosphorus tahun lalu. Di sana, masyarakat tanpa senjata menghadapi langsung para pelaku kudeta. 

Ia menyebut 250 orang telah kehilangan nyawanya, namun negara Turki telah memenangkan masa depannya. 

"Saya sangat berterima kasih kepada semua warga yang melindungi negara lain," kata Erdogan. 

"Para pelaku kudeta yang menutup jembatan malam itu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka sudah menguasai Turki. Tapi mereka mendapat perlawanan dari jutaan warga yang turun ke jalan untuk membela negara mereka," lanjut dia. 

Kudeta berakhir gagal karena beberapa alasan, termasuk kurangnya dukungan dari eselon tingkat atas di internal militer dan kurangnya sokongan politik serta publik. 

Para pelaku kudeta berusaha menangkap Erdogan yang sedang berlibur di sebuah resor Aegean. Namun kala itu, Erdogan sudah pergi dan bertolak pulang ke Turki, sementara kudeta berhasil digagalkan masyarakat sipil dan personel militer yang loyal terhadap presiden. 

Sejak berakhirnya kudeta, pemerintahan Erdogan telah memecat lebih dari 150 ribu pegawai negeri sipil dan menangkap 50 ribu orang. Erdogan menyebut hal tersebut sebagai pembasmian jaringan pendukung kudeta. 

Penangkapan berlanjut hingga Jumat pekan lalu, di mana lebih dari 7.000 PNS Turki kini telah dipecat. 

Tokoh Fethullan Gulen dan organisasinya dituduh Erdogan sebagai dalang kudeta. Gulen, yang hingga kini tinggal di Amerika Serikat, membantah semua tuduhan.

 


(WIL)