Australia Bayar Kompensasi kepada 1900 Pengungsi

Arpan Rahman    •    Rabu, 14 Jun 2017 20:34 WIB
pengungsi sinabung
Australia Bayar Kompensasi kepada 1900 Pengungsi
Sebagian besar pengungsi berusaha mencapai Australia menggunakan perahu (Foto:AFP)

Metrotvnews.com, Canberra: Pemerintah Australia telah sepakat membayar kompensasi sebesar AUD70 juta (setara USD53,2 juta) kepada setidaknya 1,900 pengungsi. 

Para pengungsi mengaku dianiaya saat ditahan di Pulau Manus, Papua Nugini. Pada awalnya, Mereka hanya ingin memulai hidup baru di Australia. Namun, mereka justru ditempatkan di pulau terpencil.

Pemerintah Australia sepakat membayar kompensasi untuk memperbaiki citra buruk. Mereka juga ingin menghindari tuntutan hukum di masa depan. Mereka pun berencana menutup pusat detensi Pulau Manus pada Oktober

"Penyelesaian ini merupakan langkah penting untuk menguak kondisi buruk yang dihadapi para pengungsi di Pulau Manus," kata Andrew Baker, pengacara kantor hukum Slater & Gordon, yang mewakili para pengungsi, seperti dikutip Financial Times, Rabu 14 Juni 2017.

Sebelumnya, kebijakan imigrasi garis keras yang dijalankan Pemerintah Australia telah banyak dikritik oleh PBB dan masyarakat sipil.

"Fakta bahwa persidangan tidak diteruskan berarti masyarakat Australia, pengacara, dan penggugat tetap dalam ketidaktahuan tentang tingkat keterlibatan Australia dalam kebijakan detensi lepas pantai," kata Sangeetha Pillai, peneliti hukum di University of New South Wales.

Penggugat utama dalam kasus tersebut, Majid Karami Kamasaee, mengklaim bahwa dia mengalami perlakuan yang  kejam.

"Saya datang ke Australia untuk hidup damai, tapi saya dikirim ke Pulau Manus yang eperti neraka," katanya dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh pengacaranya.

"Kasus ini bukan hanya tentang saya, kasus ini tentang setiap orang yang terjebak di Pulau Manus. Suara kita tidak pernah didengar, tapi kita akhirnya didengar," cetusnya.


(WAH)