RI Akan Sampaikan Pandangan Toleransi dan Keberagaman di KTT Arab-Amerika

Sonya Michaella    •    Kamis, 18 May 2017 14:49 WIB
ktt arab-as
RI Akan Sampaikan Pandangan Toleransi dan Keberagaman di KTT Arab-Amerika
Presiden Joko Widodo direncanakan hadir di KTT Arab-Amerika (Foto: ANTARA).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI masih mengatur jadwal yang cocok untuk Presiden RI Joko Widodo guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab-Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Arab Saudi.
 
"Kami masih mengatur jadwal Presiden yang cocok bagaimana, karena KTT itu digelar di Riyadh pada 21 Mei, sedangkan 22 Mei pukul 10.00 pagi (waktu Indonesia), Presiden menerima kunjungan Raja Swedia," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Arrmantha Nasir di Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.
 
Pertemuan ini dianggap sebagai pertemuan yang cukup penting. Pasalnya, ini adalah kunjungan kenegaraan perdana Presiden AS Donald Trump untuk bertemu dengan negara-negara Islam.
 
Arrmanatha menegaskan, jika memang Presiden terpaksa tidak bisa menghadiri KTT ini, Indonesia pasti akan mengirimkan wakilnya untuk hadir. "Maka dari itu, jadwal sedang kami atur," jelas dia.
 
Dikatakan Arrmanatha, sekitar 50 negara akan hadir di KTT ini, begitu juga dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Sekretaris Jendral OKI serta Liga Arab.
 
"Karena Indonesia pasti akan mengirimkan wakilnya ke Riyadh, nanti kita akan sampaikan pengalaman soal bagaimana demokrasi bekerja di Indonesia," ungkap Arrmanatha.
 
Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar, maka dari itu KTT ini dinilai sangat tepat untuk dihadiri Indonesia di mana Indonesia akan menyampaikan pandangannya terutama soal toleransi dan keberagaman.
 
"Kita juga akan sampaikan pandangan-pandangan dan langkah-langkah bagaimana memerangi terorisme, termasuk soft power dan hard power kita," pungkasnya.
 
Terutama upaya tersebut juga ditujukan untuk mengatasi para anggota teroris asing yang bergabung dalam sebuah kelompok radikal.



(FJR)