Arab Saudi Bantah Kurung Mantan Putra Mahkota

Sonya Michaella    •    Jumat, 30 Jun 2017 11:06 WIB
politik arab saudi
Arab Saudi Bantah Kurung Mantan Putra Mahkota
Mantan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Nayef. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Riyadh: Seorang pejabat senior Arab Saudi membantah laporan media Amerika Serikat (AS), New York Times bahwa Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Nayef dikurung di istananya sendiri.

New York Times melaporkan, Mohammed bin Nayef yang sebelumnya adalah Putra Mahkota, dilarang bepergian ke luar negeri dan disebut tak pernah lagi muncul di muka publik sejak 21 Juni lalu.

Hilangnya Mohammed bin Nayef ini bersamaan dengan pengangkatan sepupunya, Mohammed bin Salman sebagai Putra Mahkota Arab Saudi yang baru.

Pejabat senior Arab Saudi tersebut mengungkapkan keterkejutannya atas laporan New York Times tersebut. Bahkan, ia menyebutnya sebagai cerita palsu dan menyarankan agar Mohammed bin Nayef mengajukan tuntutan hukum kepada New York Times.

"Apa yang diberitakan New York Times tidak benar, benar-benar salah dan tidak berdasar," ujarnya kepada Reuters.

Menurut laporan New York Times, larangan ini diberlakukan setelah para pengawal setia Mohammed bin Nayef disingkirkan dan diganti dengan para pengawal yang setia kepada Pangeran Mohammed bin Salman.

Larangan serupa juga diberlakukan terhadap putri Mohammed bin Nayef dan ada indikasi bahwa Mohammed bin Salman tak menginginkan adanya oposisi.

Mohammed bin Nayef adalah seorang sosok yang dikagumi oleh Washington karena menolak sebuah pemberontakan Al-Qaeda pada tahun 2003 sampai 2006.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa AS tahu soal berita dikurungnya Mohammed bin Nayef di istana. Namun, ia tak mau berbicara lebih lanjut.

"Mohammed bin Nayef telah menjadi mitra kunci dan membantu memperkuat fondasi kerja sama kontraterorisme dan keamanan antara AS dan Arab Saudi," tutur jubir tersebut.

Sampai saat ini, diketahui media internasional tidak bisa menghubungi Mohammed bin Nayef dan tidak tahu di mana ia berada.



(WIL)