Swedia dan Inggris Desak PBB Bahas Myanmar

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 13 Sep 2017 04:00 WIB
rohingya
Swedia dan Inggris Desak PBB Bahas Myanmar
Pengungsi Rohingya di Malaysia memegang plakat bertuliskan Lindungi Rohingya, 3 Juni 2015 -- Foto: AFP

Metrotvnews.com, Jenewa: Swedia dan Inggris meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan sidang tertutup membahas keadaan memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar. Pertemuan tersebut kemungkinan digelar pada Rabu.

"Saya pikir itu pertemuan tertutup, tapi dengan hasil terbuka atas beberapa hal," kata Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft seperti dilansir dari Reuters, Rabu 13 September 2017.

"Itu tanda kekhawatiran besar bahwa anggota Dewan Keamanan menilai keadaan terus memburuk bagi banyak warga Rohingya, yang berusaha lari dari negara bagian Rakhine di Myanmar ke Bangladesh," kata Rycroft.

Negara bagian Rakhine merupakan tempat tinggal kelompok muslim Rohingya di Myanmar, yang berpenduduk sebagian besar beragama Buddha.

Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB sebelumnya mengutuk Myanmar, yang melakukan "gerakan kejam tentara" terhadap Rohingya di Rakhine, menudingnya sebagai contoh pembersihan.

Dewan Keamanan membahas keadaan itu secara tertutup pada 30 Agustus. Dalam surat kepada dewan itu, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya kekerasan itu dapat menjadi bencana kemanusiaan.

Kelompok hak asasi manusia secara tidak resmi menjelaskan kekerasan di Myanmar itu kepada diplomat Dewan Keamanan pada Jumat. Rusia dan Tiongkok tidak mengirimkan diplomatnya, kata sumber di pertemuan tersebut.

Myanmar menyatakan, pihaknya mengandalkan Tiongkok dan Rusia untuk melindunginya dari setiap kecaman Dewan Keamanan.




(AZF)