Taliban Bebaskan 235 Sandera Pasca Pembantaian Afghanistan

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 09 Aug 2017 03:14 WIB
konflik afghanistan
Taliban Bebaskan 235 Sandera Pasca Pembantaian Afghanistan
Pasukan bersenjata berjaga di Helmand, Afghanistan. Foto: AFP/NOOR MOHAMMAD

Metrotvnews.com, Kabul: Kelompok Taliban membebaskan 235 sandera dari sebuah desa terpencil di Afghanistan Utara. Mereka menewaskan sekitar 50 warga sipil bersama dengan pemberontak ISIS.

"Malam ini 235 orang termasuk wanita dan anak-anak dilepaskan dari Mirzawalang sebagai hasil mediasi oleh para tetua setempat dan pejabat provinsi," kata seorang juru bicara Gubernur provinsi tersebut Zabihullah Amani dilansir AFP, Rabu 9 Agustus 2017.

"Mereka telah dievakuasi dengan aman ke kota Sar-e Pul, namun masih ada sejumlah orang yang tidak dikenal disandera di sana," tambahnya.

Seorang sumber keamanan Afghanistan menduga masih ada sekitar 100 orang yang disandera di Mirzawalang, yang terletak di distrik Sayad di provinsi Sar-e Pul, setelah gerilyawan menangkapnya pada akhir pekan.

Pejuang Taliban dan ISIS membunuh sekitar 50 pria, wanita dan anak-anak di desa yang sebagian besar beragama Syiah setelah mengalahkan militan yang didukung pemerintah dalam pertempuran 48 jam.

"Terlepas dari upaya para tetua, mayat korban belum ditemukan," kata Gubernur provinsi tersebut, Mohammad Zaher Wahdat, kepada sebuah saluran berita televisi Afghanistan.

"Dua ratus tiga puluh lima sandera telah dibebaskan. Mereka sangat terkejut sehingga mereka bahkan tidak dapat berbicara untuk memberi tahu kami tentang sandera lain," tambahnya.

Amani mengatakan, puluhan pejuang Taliban dan ISIS, di bawah komando seorang komandan Taliban setempat yang dia klaim berjanji setia kepada ISIS, melancarkan serangan terkoordinasi ke daerah tersebut pada Kamis.

Mereka mengalahkan Polisi Lokal Afghanistan (ALP) setelah pertempuran selama 48 jam sebelum membantai warga sipil. Mayoritas dari mereka yang terbunuh adalah orang Syiah.


(AZF)