Seorang Warga Palestina Kembali Tewas Usai Ditembak Prajurit Israel

Fajar Nugraha    •    Jumat, 28 Jul 2017 13:54 WIB
palestina israel
Seorang Warga Palestina Kembali Tewas Usai Ditembak Prajurit Israel
Bentrokan yang terjadi di Yerusalem antara warga Palestina dan polisi Israel 14 Juli lalu (Foto: Nico Adam).

Metrotvnews.com, Yerusalem: Seorang pemuda Palestina dilaporkan tewas di wilayah kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.
 
Korban ini merupakan yang terbaru setelah insiden bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel, 14 Juli lalu. Delapan orang dilaporkan tewas dalam kejadian bentrokan tersebut.
 
 
Muhammad Kanan, sebelumnya tewas tiga hari sebelumnya. Pria berusia 25 tahun itu akhirnya tewas akibat lukta tembak di bagian kepalanya.
 
Kanan ikut serta dalam aksi protes yang dilakukan oleh ribuan warga Palestina, untuk memprotes pembatasan masjid Al-Aqsa oleh Israel. Aksi protes yang dilakukan Kanan, berlangsung di wilayah Hizma, di dekat Yerusalem.
 
Palestina menilai pembatasan Israel di Masjid Al-Aqsa sebagai upaya mengendalikan kompleks tersebut. Israel juga ditengarai berupaya mengubah status quo dari Masjid Al-Aqsa.
 
Pria berusia di bawah 50 tahun kembali dilarang 
 
Meskipun Israel sudah membongkar pemindai metal dan kamera pengawas, polisi Israel dilaporkan kembali melarang pria berusia di bawah 50 tahun untuk melakukan salat Jumat di Al-Aqsa.
 
Pengumuman ini langsung memicu bentrokan baru antara warga Palestina dan polisi Israel. Lebih dari 100 orang terluka dalam kejadian ini.
 
Sebelum bentrokan, para ulama Palestina meminta aksi boikot di kompleks Al-Aqsa untuk dihentikan. 
 
Namun politisi Palestina di Parlemen Israel 
Jamal Zahalka mengatakan, rakyat Palestina akan melanjutkan membela Al-Aqsa dan Yerusalem. Mereka menegaskan mendesak pendudukan Israel diakhiri.
 
"Jika tidak ada pendudukan, tidak ada perjuangan melawan pendudukan (Israel)," tegas Zahalka kepada Al Jazeera.
 
Lebih dari 12 hari aksi protes berlangsung, pasukan Israel sudah menyebabkan lebih dari 1.000 warga Palestina terluka. 

 

 
(FJR)