Suriah Rebut Enam Wilayah Pemberontak, Ribuan Warga Melarikan Diri

Willy Haryono    •    Senin, 28 Nov 2016 09:19 WIB
krisis suriah
Suriah Rebut Enam Wilayah Pemberontak, Ribuan Warga Melarikan Diri
Sejumlah keluarga dievakuasi menggunakan bus dari Aleppo ke distrik Sheikh Maksoud, 27 November 2016. (Foto: AFP/GEORGE OURFALIAN)

Metrotvnews.com, Beirut: Pasukan pemerintah Suriah merebut kembali enam distrik yang dikuasai pemberontak di timur Aleppo dalam operasi sepanjang akhir pekan. Perebutan enam distrik diikuti eksodus 10 ribu warga sipil. 

Disebut sebagai kemajuan besar, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad pada Sabtu 26 November mengklaim telah merebut Masaken Hanano , distrik terbesar yang pernah dikuasai pemberontak di Aleppo. 

Satu hari setelahnya, loyalis Assad juga menguasai Jabal Badra, Baaedeen dan tiga area lainnya. Kabar dilaporkan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights. 

Inzarat, Al-Sakan al-Shaabi dan Ain al-Tall, telah kembali ke tangan pemerintah. Observatory menyebut pasukan Suriah kini bergerak menuju Sakhur dan Haidariya. 

Saat ini pasukan Suriah "menguasai hampir seluruh wilayah utara" dari Aleppo. 

"Pemberontak telah kehilangan sedikitnya 30 persen wilayah yang pernah mereka dikuasai di Aleppo," kata kepala Observatory Rami Abdel Rahman, seperti disitat AFP, Minggu (27/11/2016). 

Masaken Hanano adalah distrik pertama yang diambil pemberontak pada musim panas 2012. Perebutan wilayah ini menjadi awal terpecahnya Aleppo menjadi dua bagian, daerah rezim dan pemberontak. 

Sekitar 250 ribu warga sipil terkurung selama berbulan-bulan di wilayah timur. Mereka mengalami kekurangan makanan serta bahan bakar. 

Observatory mengatakan hampir 10 ribu warga sipil telah melarikan diri dari timur Aleppo pada akhir pekan -- sekitar 6.000 pergi ke distrik Sheikh Maksoud yang didominasi Kurdi, sementara sisanya ke area pemerintah Suriah. 

"Ini eksodus pertama dari timur Aleppo sejak 2012," tutur Abdel Rahman.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA