Mesir Peringati Jatuhnya Pesawat Rusia di Sinai

Willy Haryono    •    Senin, 31 Oct 2016 08:36 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Mesir Peringati Jatuhnya Pesawat Rusia di Sinai
Pesawat Metrojet yang dioperasikan maskapai Kogalymavia asal Rusia. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kairo: Mesir memperingati satu tahun jatuhnya pesawat maskapai Rusia di Sinai yang menewaskan total 224 orang. 

Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sherif Fathy dan Duta Besar Rusia Serge Kirpichenko berada di antara mereka yang menghadiri upacara peringatan di Sharm el-Sheikh. Pada 31 Oktober tahun lalu, pesawat Metrojet yang diperasikan maskapai Kogalymavia bertolak dari kawasan wisata tersebut, dan terjatuh 24 menit kemudian. 

Grup ekstremis Mesir yang terafiliasi kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Metrojet. Mereka mengklaim telah memasang sebuah bom yang disembunyikan dalam kaleng minuman. 

Seperti dikutip AFP, Minggu (30/10/2016), Fathy mengungkapkan kembali ucapan duka cita pemerintah terhadap keluarga korban. Kirpichenko mengatakan "kesedihan ini terus mendera dan tidak akan pernah bisa hilang."

Pada 17 November 2015, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pihaknya telah menemukan bukti ada sebuah bom di dalam pesawat. Moskow bertekad menghukum pihak yang bertanggung jawab. 


Serpihan Metrojet di Sinai. (Foto: AFP)

Februari lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi untuk kali pertama mengakui bahwa "terorisme" adalah penyebab jatuhnya pesawat. Sebelumnya, Kairo membantah adanya unsur teror dan mengatakan itu hanyalah propaganda dari ISIS.

Senin ini, sebuah misa akan digelar di gereja ortodoks di Sharm el-Sheikh untuk mengenang para korban. 

Rusia merespons kejadian di Sinai tahun lalu dengan membatalkan semua penerbangan komersial ke Mesir. Inggris juga menghentikan penerbangan ke Sharm el-Sheikh, yang berujung pada merosotnya sektor pariwisata di kawasan resor tersebut. 

Kirpichenko mengatakan setelah satu tahun kejadian, dirinya yakin Rusia akan kembali membuka rute penerbangan ke Mesir. 

"Kami yakin hari itu sudah mendekat dengan cepat, yakni kembalinya pariwisata Rusia ke Mesir," ungkap Kirpichenko.


(WIL)