Senegal Ingin Garap Kerja Sama Migas dengan RI

Sonya Michaella    •    Senin, 20 Mar 2017 08:52 WIB
indonesia-senegal
Senegal Ingin Garap Kerja Sama Migas dengan RI
Dubes RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran (kiri) bersama Menteri Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan Senegal, Thierno Alassane Sall (Foto: Dok. KBRI Dakar)

Metrotvnews.com, Dakar: Senegal, melalui Menteri Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan, Thierno Alassane Sall, meminta adanya kerja sama dengan Indonesia di sektor migas, seperti pembuatan anjungan minyak lepas pantai.

Alassane mengharapkan kerja sama tersebut nantinya dilakukan melalui perusahaan negara. Indonesia diwakili Pertamina, dan Senegal oleh Petrosen.

"Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan yang cukup besar, antara lain energi panas bumi, mini/micro-hydro, Biomass, energi surya, angin dan nuklir. Terkait anjungan minyak, harus dijajaki kerja sama antara Indonesia dan Senegal," ujar Duta Besar RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Dakar yang diterima Metrotvnews.com, Senin 20 Maret 2017, Alassane menyampaikan bahwa Senegal sangat memerlukan adanya investasi dari mitra-mitra asing dan negara-negara sahabat untuk memperbaharui instalasi jalur distribusi listrik di Senegal.

Tujuan dari pertemuan Alassane dan Dubes Mansyur adalah kunjungan kerja guna menggarap kemungkinan kerja sama dan promosi potensi masing-masing negara di bidang pengadaan dan pengolahan sumber-sumber energi yang ada.



Alassane melihat Indonesia sebagai negara berkembang dalam penggunaan teknologi eksplorasi minyak bumi di offshore dan pengolahan gas LNG.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan energinya, Senegal telah merencanakan untuk mengembangkan energi solar dan angin yang realisasinya akan dimulai pada 2018.

Di samping itu, Senegal belum lama ini juga berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi di wilayah utara yang diperkirakan mencapai 500 juta barel. Eksplorasi terhadap cadangan minyak dan gas bumi tersebut saat ini sedang dilakukan kerja sama dengan perusahaan Skotlandia dan baru akan beroperasi pada 2021.

Produksi minyak di Senegal saat ini mencapai 100 ribu barel per harinya.

Senegal sendiri masih menghadapi kendala dalam hal distribusi energi karena instalasi jalur distribusi listrik yang ada saat ini sudah cukup tua.


(WIL)