Pertempuran Meletus saat Gencatan Senjata di Damaskus

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 17:52 WIB
krisis suriah
Pertempuran Meletus saat Gencatan Senjata di Damaskus
Pemandangan umum salah satu wilayah kekuasaan grup pemberontak di pinggiran Damaskus, Suriah, 13 Maret 2016. (Foto: AFP/ABD DOUMANY)

Metrotvnews.com, Damaskus: Pertempuran sengit antara pasukan rezim Suriah dan pemberontak mengguncang Damaskus bagian timur, Jumat (16/9/2016). Baku tembak terjadi di tengah gencatan senjata yang sudah diperpanjang hingga 48 jam ke depan pada Kamis kemarin. 

"Pasukan Suriah menghalau serangan oleh sejumlah grup bersenjata yang berusaha memasuki ibu kota via Jobar. Ini berujung pada bentrokan dan serangan roket," kata seorang sumber militer anonim kepada AFP

Menurut laporan koresponden AFP di lapangan, suara roket dan mortir dapat terdengar datang dari distrik Jobar. Distrik tersebut telah menjadi medan pertempuran selama lebih dari dua tahun lalu. Hampir seluruh warga di distrik tersebut telah melarikan diri. 

Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengonfirmasi adanya baku tembak di Damaskus, dan mengatakan lebih dari 21 mortir serta roket mengenai beberapa titik di Jobar. 

Rami Abdel Rahman, kepala Observatory, mengatakan faksi militan Faylaq al-Sham dan Fateh al-Sham Front -- sebelumnya terafiliasi al-Qaeda -- berada di Jobar. Observatory tidak melaporkan jumlah korban jiwa maupun luka dari baku tembak terbaru. 

Di bawah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan Rusia, yang diberlakukan sejak Senin pagi, menyerukan agar semua pertempuran di Suriah dihentikan kecuali di area yang dikuasai ekstremis. 

Sejumlah pengamat menilai gencatan senjata ini sulit diimplementasikan di area Fateh al-Sham yang menjalin koalisi kuat dengan pemberontak lokal.


(WIL)