AS Tak Berniat Selesaikan Konflik di Timur Tengah

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:33 WIB
palestinapalestina israel
AS Tak Berniat Selesaikan Konflik di Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump akan memindahkan Kedubes AS di Tel Aviv ke Yerusalem (Foto: AFP).

Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berniat untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Padahal, kota suci tiga agama besar dunia tersebut sudah lama direbut Palestina dan Israel.
 
 
Trump sudah menyatakan niatnya tersebut kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas lewat telepon. Tindakan Trump ini dinilai malah memperkeruh konflik di Timur Tengah.
 
Pengamat Timur Tengah dari Wahid Institue, Rumadi, menuturkan bahwa tindakan Trump tersebut menunjukkan dirinya tak memiliki sensitifitas menyelesaikan konflik di sana.
 
"Keputusan itu menunjukkan Trump tidak punya sensitifitas untuk menyelesaikan persoalan konflik Timur Tengah, terutama Arab versus Israel," katanya kepada Medcom.id, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Menurutnya, pengakuan tersebut malah semakin memperumit konflik di Timur Tengah. Dia menambahkan, dengan mengukuhkan niatnya, semakin banyak anggapan jika AS dan Israel tak mau berdamai dengan Timur Tengah.
 
"Yerusalem itu kota suci tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam. Memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem akan mengukuhkan anggapan banyak kalangan bahwa Israel dan AS tidak mau Timur Tengah damai," lanjut dia.
 
 
Gedung Putih mengungkapkan Trump akan mengumumkan keputusannya mengenai Yerusalem pada Rabu siang waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
 
Trump sudah mengkomunikasikan rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh, menyebut Trump memberi tahu rencana itu melalui telepon.
 
Nabil menjelaskan Abbas telah memperingatkan Trump soal konsekuensi rencana tersebut. Abbas menilai langkah ini bisa mengancam proses perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan dunia.
 
Menurut Nabil, Abbas juga menegaskan wacana tersebut bisa menimbulkan polemik antara Israel dan Palestina. Abbas berkomitmen mencegah realisasi rencana Trump.
 
Namun, baik Gedung Putih maupun Palestina tidak menjelaskan rinci waktu pelaksanaan pemindahan tersebut.



(FJR)