Dunia Mengecam Serangan yang Terjadi di Mesir

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 25 Nov 2017 15:20 WIB
mesir
Dunia Mengecam Serangan yang Terjadi di Mesir
Lampu di Menara Eiffel di Paris, Prancis dimatikan sebagai tanda penghormatan kepada korban serangan di Mesir (Foto: AFP).

Kairo: Komunitas internasional mengecam serangan terhadap masjid Al-Rowda di Kota El-Arish, Mesir menyebabkan 235 jiwa tewas. 
 
Para pemimpin dunia menilai serangan tersebut merupakan bukti bahwa kelompok teroris melakukan tindakan pengecut dengan diarahkan kepada orang yang tidak berdosa.
 
 
Presiden AS Donald Trump menyebut serangan ini sangat mengerikan. "Mengerikan melihat tindakan teroris pengecut yang menyerang warga tidak berdosa dan tengah berdoa," ujar Trump dalam akun Twitternya, seperti dikutip AFP, Sabtu 25 November 2017.
 
Trump juga menambahkan bahwa terorisme dan ideologinya harus dikalahkan. Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, "Komunitas internasional harus terus memperkuat upaya mengalahkan kelompok terorisme yang mengancam Amerika Serikat dan sekutu. Dunia harus melemahkan ideologi ekstremis yang membentuk basis keberadaan mereka".
 
Presiden Trump pun menyatakan kembali solidaritasnya terhadap Mesir dan upaya untuk melawan terorisme, seperti saat Trump dan Presiden Abdul Fatah el-Sisi melakukan percakapan melalui telepon. Presiden El-Sisi pun menekan pentingnya upaya bersama dari internasional dalam memerangi terorisme.
 
Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron turut berkomentar melalui Twitter masing-masing. Bahkan Menara Eiffel di Paris mematikan lampu sebagai bentuk penghormatan kepada korban serangan.

Ucapan duka juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg yang turut berduka atas apa yang terjadi di Mesir. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga mengatakan duka cita atas serangan mengerikan itu. Johnson menilai serangan itu merupakan tindakan barbar.
 
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak agar yang bertanggungjawab dalam serangan dapat segera diadili.
 
Sedangkan Raja Yordania, Abdullah II mengutuk apa yang disebutnya sebagai 'serangan teroris yang mengerikan'. Ucapan yang sama juga diutarakan oleh negara-negara Timur Tengah lain seperti Bahran, Oman dan Irak serta Iran.
 
Hal serupa juga diucapkan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz yang turut mengecam serangan dan melalui komunikasinya dengan Presiden El-Sisi menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban tewas dan mereka yang terluka.
 
Indonesia kutuk serangan
 
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI turut mengutuk serangan di El-Arish tersebut.
 
 
"Pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka cita dan simpati atas korban meninggal dan luka-luka," pernyataan Kemenlu RI.
 
"Menlu RI, Retno Marsudi, telah mengirimkan pesan duka cita dan simpati langsung kepada Menlu Mesir," imbuh pernyataan tersebut.
 
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo telah berkordinasi dengan otoritas keamanan setempat dan terus memantau perkembangan situasi di El-Arish. Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
 
KBRI Kairo juga membuka hotline di nomor +20 102 2229989, bagi warga negara Indonesia (WNI) yang membutuhkan bantuan konsuler dan informasi lebih lanjut mengenai kondisi di sana.

(FJR)