Sekjen PBB Baru Sudah Ditunggu Masalah Perdamaian Dunia

Arpan Rahman    •    Jumat, 14 Oct 2016 16:42 WIB
indonesia-pbb
Sekjen PBB Baru Sudah Ditunggu Masalah Perdamaian Dunia
Sekjen PBB Guterres dan mantan Sekjen PBB Ban Ki-Moon (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, New York: Mantan Perdana Menteri Portugal Antonio Guterres, pada Kamis 13 Oktober, ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB yang baru oleh Majelis Umum.
 
Seluruh 193 negara anggota Majelis Umum mengadopsi resolusi, yang secara aklamasi, menunjuk Guterres, 67 tahun, sebagai Sekjen PBB kesembilan untuk mengambil alih pimpinan dari Ban Ki-moon, yang masa jabatannya akan berakhir pada 31 Desember.
 
"Sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, pada pekan lalu, memilih Guterres," seperti dilansir The Asian Age, Kamis (14/10/2016).
 
Guterres, yang menjadi Perdana Menteri Portugal 1995-2002, dan komisaris tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) dari Juni 2005 sampai Desember 2015, akan memangku peran barunya pada 1 Januari 2017, selama lima tahun, yang dapat diperbaharui kalau disetujui negara-negara anggota untuk lima tahun tambahan.


Sekjen PBB Guterres dan mantan Sekjen PBB Ban Ki-Moon (Foto: AFP).
 
 
Guterres telah unggul dalam enam jajak pendapat informal yang semuanya dilakukan dalam dewan untuk memilih sekretaris jenderal di tengah seruan yang meningkat oleh beberapa negara anggota PBB dan organisasi-organisasi masyarakat sipil untuk memilih perempuan mengepalai badan dunia ini.
 
Dikutip dari Daily News&Analysis, Guterres akan fokus pada kesetaraan gender, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan.
 
Sementara First Post yang meneruskan laporan The Associated Press, menyebutkan bahwa Sekjen baru PBB mengatakan perdamaian adalah prioritas utama.
 
Harapan Indonesia untuk Sekjen Guterres
 
Indonesia menyambut baik keputusan Majelis Umum PBB, pada 13 Oktober 2016, yang menetapkan Antonio Guterres sebagai Sekjen PBB untuk periode 1 Januari 2017-31 Desember 2021.
 
Indonesia mengharapkan Sekjen PBB yang baru dapat menjalankan tugas dan mandatnya sesuai dengan Piagam PBB. Selain itu, Indonesia juga berharapa Guteres dapat melaksanakan kepemimpinan yang kuat dan imparsial, serta menunjukkan independensi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi.
 
Menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB di bidang perdamaian dan keamanan, serta mendorong implementasi Agenda 2030, Addis Ababa Action Agenda, dan Paris Climate Agreement, melalui advokasi, dukungan PBB yang terkoordinasi baik, dan kemitraan yang lebih erat, bisa menjadi perhatian utama dari Guterres.
 
Pemerintah juga berharap PBB di bawah kepemimpinan Guterres bisa mengadopsi pendekatan baru untuk merespons secara efektif krisis kemanusiaan, seraya memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan. (Baca: Indonesia Sambut Baik Terpilihnya Sekjen PBB yang Baru).
 
Meningkatkan kualitas pasukan misi pemeliharaan perdamaian PBB dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di berbagai belahan dunia, tentunya bisa menjadi perhatian Guterres.
 
Indonesia juga mengharapkan mantan PM Portugal itu mampu mendorong reformasi Sekretariat PBB untuk meningkatkan akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi dalam mendukung negara anggota dalam implementasi komitmen dan agenda global.

(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA