Dampak Krisis Teluk, Warga Qatar Gemari Produk Indonesia

Sonya Michaella    •    Sabtu, 25 Nov 2017 10:59 WIB
indonesia-qatar
Dampak Krisis Teluk, Warga Qatar Gemari Produk Indonesia
Produk Indonesia dijual di Qatar. (Foto: Dok. KBRI Doha)

Doha: Produk-produk negara Teluk sudah tak lagi dijual di Qatar sejak konflik Qatar dengan Arab Saudi dan sejumlah sekutunya terjadi pada Juni lalu. Sebagai gantinya, produk Indonesia mulai merambah pasar Qatar.

"Peluang ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia. Pemerintah Qatar juga melakukan berbagai reformasi ekonomi agar memudahkan pelaku usaha asing dan lokal untuk membuka usaha," kata Duta Besar RI untuk Qatar Muhamad Basri Sidehabi. 

"Qatar juga melakukan diversifikasi usaha agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada impor," lanjut dia, dikutip dari keterangan tertulis KBRI Doha kepada Metrotvnews.com, Sabtu 25 November 2017.

Produk-produk Indonesia pun bersanding dengan produk negara ASEAN lainnya di Festival Produk ASEAN yang digelar sejak 22-30 November di Doha dalam rangka memperingati ulang tahun ASEAN ke-50.



Ternyata, produk-produk dari Indonesia dan negara ASEAN lainnya sangat diminati oleh warga Qatar. Dengan diadakannya festival ini, Qatar berharap agar sejumlah mitra di ASEAN meningkatkan impornya ke Doha.

Sebelum krisis Teluk terjadi, sekitar 90 persen kebutuhan impor Qatar dipasok melalui Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain. Dengan adanya pemutusan hubungan diplomatik ini, Qatar berupaya mencari pemasok baru termasuk untuk berbagai produk termasuk buah-buahan dan sayuran.

Koperasi Warga Indonesia di Qatar (KWIQ) Supermarket milik komunitas diaspora Indonesia juga aktif memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan impor berbagai produk dari Indonesia. 

Tak hanya itu, KBRI Doha pun kini tengah menggalakkan upaya promosi khususnya produk unggulan Indonesia sejak krisis Qatar terjadi karena tak hanya Indonesia yang mulai masuk ke Qatar melainkan Turki dan Iran.


(WIL)