600 Warga Sipil Diperkirakan Tewas Akibat Serangan di Irak dan Suriah

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 08 Jul 2017 18:11 WIB
isiskonflik suriah
600 Warga Sipil Diperkirakan Tewas Akibat Serangan di Irak dan Suriah
Kehancuran di Suriah akibat perang (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Setidaknya 600 warga sipil tewas dalam serangan pasukan gabungan pimpinan AS melawan kelompok ISIS di Irak dan Suriah, sejak serangan dimulai pada 2014.
 
Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh pihak gabungan pada Jumat 7 Juli, perkiraan dalam laporan bulanan yang mengatakan bahwa serangan pasukan gabungan, secara tidak sengaja menewaskan setidaknya 603 warga sipil antara Agustus 2014 dan Mei 2017, jauh lebih rendah dari angka yang disebutkan oleh kelompok pemantau.
 
Kelompok pemantauan Airwars mengatakan bahwa setidaknya terdapat 4.354 warga sipil tewas akibat serangan udara pasukan gabungan. Demikian disitat dari Antara, Sabtu 8 Juli 2017.
 
Laporan terbaru dari pihak gabungan itu, juga memuat sebuah insiden pada 17 April, di dekat kota Abu Kamal, Suriah, di mana dikatakan bahwa 25 warga sipil tewas dan 40 lagi terluka, dalam serangan terhadap sebuah markas besar kelompok Islamic State (ISIS). Serangan tersebut menyebabkan ledakan sekunder di bangunan yang berdekatan.
 
Sejak dimulainya serangan melawan petempur IS, pasukan gabungan telah melakukan hampir 22.000 serangan dan telah menerima laporan jatuhnya 727
korban sipil, kata laporan itu.
     
Pasukan mereka berusaha untuk mengalahkan petempur IS di Irak dan Suriah, dan mereka mengatakan bahwa telah berusaha keras untuk menghindari jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.
 
Menjelang serangan terakhir di kota Raqqa, Suriah, Badan Hak Asasi PBB menunjukkan kekhawatiran tentang meningkatnya laporan kematian warga sipil di daerah tersebut. Dalam sebuah laporan pada Mei, dikatakan bahwa sudah terdapat korban sipil dalam jumlah besar.
 
Militer Irak telah meramalkan kemenangan pada akhir pekan ini di Mosul, daerah yang dulu menjadi ibu kota de facto kelompok ISIS di Irak dan tempat pertama kalinya mereka menyatakan kekhalifahan, setelah delapan bulan melancarkan serangan yang didukung AS untuk merebut kembali kota itu. Jumlah penduduk Mosul sebelum dilanda perang adalah sebanyak 2 juta jiwa.



(FJR)