Qatar akan Tolak Tuntutan Negara-Negara Teluk

Willy Haryono    •    Minggu, 02 Jul 2017 14:49 WIB
kisruh qatar
Qatar akan Tolak Tuntutan Negara-Negara Teluk
Menlu Qatar Syekh Mohammad bin Abdulrahman Al-Thani. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Roma: Qatar mengaku akan menolak serangkaian tuntutan yang diminta negara-negara Teluk terkait kisruh diplomatik, di mana tenggat waktu implementasi jatuh pada hari ini, Minggu 2 Juli 2017. 

Empat negara Teluk -- Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir -- menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Qatar yang dituduh mendukung terorisme. Keempat negara itu kemudian menyerahkan daftar berisi 13 tuntutan kepada Doha, yang harus dipenuhi dalam kurun waktu 10 hari. 

Dalam daftar itu, beberapa tuntutan meminta Doha memutus hubungan dengan grup teroris, menutup kantor berita Al Jazeera, menurunkan kemitraan dengan Iran dan menutup pangkalan udara Turki di Qatar.

Berbicara kepada awak media di Roma, seperti dikutip Asharq al-Awsat, Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani berkata: "Daftar tuntutan ini akan ditolak. Tidak akan diterima. Kami bersedia terlibat dialog lebih jauh jika kondisinya sesuai."

Al-Thani menambahkan telah bertemu beberapa anggota Dewan Keamanan PBB terkait disruh diplomatik. Hal tersebut mengindikasikan upaya Qatar dalam menjadikan kisruh regional ini menjadi masalah internasional. 

Sejak awal kekisruhan ini, Qatar telah membantah semua tuduhan yang dilayangkan negara-negara Teluk. Namun Arab Saudi dan lainnya mengklaim memiliki sejumlah bukti. 

Duta Besar UEA untuk Rusia Omar Ghobash mengklaim negara-negara Teluk memiliki banyak bukti mengenai keterlibatan Qatar dengan beberapa grup teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin. 

Sementara itu sejumlah negara Eropa, termasuk Rusia, menyarankan agar kisruh diplomatik ini diselesaikan via dialog. Presiden Vladimir Putin telah menelepon Raja Bahrain dan Emir Qatar untuk menyampaikan sarannya.

 


(WIL)