Mosaik Berusia 2.000 Tahun Dikembalikan AS ke Turki

Willy Haryono    •    Minggu, 09 Dec 2018 15:06 WIB
turkibenda bersejarah
Mosaik Berusia 2.000 Tahun Dikembalikan AS ke Turki
Fragmen dari mosaik Gypsy Girl dipamerkan di sebuah museum di Gaziantep, Turki, 8 Desember 2018. (Foto: Anadolu)

Gaziantep: Beberapa fragmen dari mosaik kuno bernama "Gypsy Girl" dipamerkan di sebuah museum di Turki usai dikembalikan dari Amerika Serikat. Lebih dari separuh abad lalu, sekelompok penjarah menyelundupkan fragmen tersebut dari Turki ke AS.

Dalam acara seremonial di sebuah museum di Gaziantep, Sabtu 8 Desember 2018, Menteri Kebudayaan Turki Mehmet Nuri Ersoy berterima kasih kepada Universitas Negeri Bowling Green asal Ohio yang telah mengembalikan fragmen mosaik. 

Tim arkeolog menemukan Gypsy Girl sekitar 20 tahun lalu dalam sebuah ekskavasi di kota Zeugma. Saat ditemukan, beberapa fragmen hilang dan diduga sudah diselundupkan keluar dari Turki.

Zeugma adalah kota yang didirikan oleh Alexander Agung dan dihancurkan pada abad ke-3.

Universitas Bowling Green mengaku membeli 12 fragmen mosaik dari sebuah galeri di New York pada 1965. Turki meminta AS mengembalikan sejumlah fragmen itu pada 2012, dan kesepakatan tercapai pada Mei lalu.

"Kami senang dapat menyambut datangnya kembali beberapa bagian dari warisan Turki," ucap Jeffrey Hovenier, seorang diplomat di Kedutaan Besar AS di Turki, seperti dilaporkan kantor berita BBC.

Gyspy Girl diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun. Tatapan tajam dari sosok wanita di mosaik tersebut telah menjadi simbol kota Gaziantep.


(WIL)