Suriah Hancur, Indonesia Komitmen Bantu Rekonstruksi Pascakonflik

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 10 Sep 2016 14:57 WIB
indonesia-suriah
Suriah Hancur, Indonesia Komitmen Bantu Rekonstruksi Pascakonflik
Delegeri Indonesia nyatakan kesiapan bangun kembali Suriah pascakonflik (Foto: KBRI.Damaskus)

Metrotvnews.com, Damaskus: Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun kembali Suriah pascakonflik. Beberapa perusahaan pun terlibat dalam komitmen ini.
 
Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya (Tbk) berkomitmen untuk membangun Suriah kembali pasca konflik berkepanjangan dan Pemerintah Suriah siap memberikan dukungan kemudahan bagi keterlibatan Indonesia di Suriah. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara delegasi PT Wijaya Karya (WIKA) dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suriah, Husein Arnous, di Damaskus Jumat 9 September.
 
"Kami mulai mencanangkan program Rebuild Syria (Membangun kembali Suriah) pasca kehancuran oleh para teroris. Dan kami sangat berharap PT WIKA dari Indonesia dapat terlibat dalam pembangunan pasca konflik," pinta Husein Arnous, dalam keterangan tertulis KBRI Damaskus, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (10/9/2016). 
 
"Prioritas Pemerintah Suriah adalah pembangunan gedung yang hancur, seperti rumah, saluran air, rumah sakit, dan sekolah," tambahnya.


Kehancuran yang terjadi di Suriah (Foto: Reuters)

 
Manajer Divisi Operasi Timur Tengah dan Afrika Utara PT WIKA  Bimo Prasetyo menyampaikan bahwa WIKA telah berpengalaman tinggi pada proyek konstruksi cepat pasca bencana.
 
"Menghadapi tantangan yang serupa dengan kerusakan Suriah pasca konflik, WIKA berpengalaman dalam pembangunan Aceh pasca bencana tsunami  pada 2004 silam," jelas Bimo Prasetyo. "Selain itu, WIKA juga kini dipercaya oleh banyak negara untuk mengerjakan proyek penting, seperti mal dan jembatan di Malaysia, jalan tol di Myanmar, bandara di Thailand, juga Libya, Timor Leste, dan Dubai," imbuhnya.
 
Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, hubungan Indonesia Suriah mencapai titik yang sangat baik, mengingat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus yang tidak hanya tetap bertahan di Damaskus, tetapi juga berkiprah cukup aktif di tengah konflik Suriah. "Tinggal bagaimana kalangan bisnis di Indonesia dapat memanfaatkan peluang besar di Suriah yang telah terbuka lebar ini menjadi keuntungan ekonomi,” ucap Dubes Djoko.
 
Suriah mengalami konflik berkepanjangan sejak 2012 dan semakin diperparah dengan munculnya kelompok teroris Islamic State (ISIS) yang berpusat di kota Raqqah Suriah. Kota-kota penting di Suriah hancur akibat serangan mortar dan bom, seperti Aleppo, Idlib, juga beberapa titik penting di ibu kota Damaskus. Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan misi diplomatiknya dengan kepala perwakilan duta besar di ibu kota Damaskus.

Perbaikan Bandara Internasional Damaskus
 
Pada pertemuan terpisah 9 September antara PT WIKA dengan Hamsho Group,-yang merupakan perusahaan konstruksi terbesar di Suriah- dijajaki pula tentang kerja sama proyek pembangunan pasca konflik di Suriah, terutama perihal kemampuan lembaga keuangan penjamin dan cara pembayaran, mengingat Suriah masih terbelenggu embargo ekonomi.

Hamsho Group tertarik bekerja sama dengan PT WIKA pada renovasi bandara internasional Damaskus dan pembangunan gedung apartemen yang hancur. Hamsho Group merupakan holding company yang menguasai bisnis strategis di Suriah, seperti konstruksi, telekomunikasi, dan media.
 
Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, Makhya Suminar menambahkan bahwa KBRI Damaskus siap memfasilitasi kalangan bisnis di Indonesia yang ingin terlibat dalam pembangunan kembali Suriah. "Peluangnya terbuka sangat lebar. Bahkan Indonesia adalah satu-satunya kedutaan yang hadir pada pameran Rebuild Syria 7-11 September 2016," pungkas Makhya.
 



(FJR)