Bahrain Sarankan Bekukan Keanggotaan Qatar di GCC

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 30 Oct 2017 22:18 WIB
kisruh qatar
Bahrain Sarankan Bekukan Keanggotaan Qatar di GCC
Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmed al-Khalifa.. (Foto: Wikimedia)

Metrotvnews.com, Manama: Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmed al-Khalifa menyarankan untuk menangguhkan keanggotaan Qatar di Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Menurutnya, pembekuan harus diberlakukan hingga Doha mau menerima sejumlah tuntutan beberapa negara Arab terkait kisruh diplomatik terburuk di kawasan.

"Langkah tepat untuk menjaga GCC adalah membekukan keanggotaan Qatar, agar negara mau menerima tuntutan negara-negara kita. Jika tidak, kita akan mengusirnya dari GCC," ujarnya lewat akun Twitter, seperti dilansir AFP, Senin 30 Oktober 2017.

Syekh Khalid menuturkan Bahrain tidak akan menghadiri pertemuan lagi dengan Qatar. Menurutnya, negara itu semakin dekat dengan Iran, yang merupakan musuh bebuyutan Arab Saudi dan para sekutunya.

"Bahrain tidak akan menghadiri pertemuan puncak dengan Qatar yang semakin dekat ke Iran dan membawa pasukan asing ke tanahnya. Langkah-langkah itu berbahaya bagi keamanan negara-negara GCC," jelas dia.

Para anggota GCC biasanya bertemu sebelum akhir tahun. Namun karena krisis diplomatik saat ini, kemungkinan pertemuan tahunan organisasi kawasan itu akan ditunda atau bahkan dibatalkan.

Setelah memutuskan hubungan dengan Doha, Riyadh dan sekutunya menutup perbatasan darat dan maritim, jalur udara dan mengusir warga Qatar dari wilayah mereka.

Sementara itu, Emir Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani menuduh Arab Saudi dan para sekutunya berusaha menjatuhkan rezim Qatar. Dia menuding Arab Saudi dan teman-temannya tidak menyukai kemajuan pesat Qatar. 

Didirikan pada 1981, GCC merupakan serikat politik dan ekonomi yang mencakup Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Qatar, serta Oman dan Kuwait.


(WIL)