Dua Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran

Arpan Rahman    •    Minggu, 31 Dec 2017 17:34 WIB
politik iran
Dua Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran
Ratusan mahasiswa bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa menentang pemerintah di Universitas Teheran, Iran, 30 Desember 2017. (Foto: AFP/STR)

Teheran: Dua orang pengunjuk rasa tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah di Iran. Kantor berita Mehr melaporkan kematian terjadi di Doroud, provinsi Lorestan, Sabtu 30 Desember 2017 malam waktu setempat.

Hingga kini detail kematian dua orang itu belum diketahui. Pemerintah Iran mencurigai adanya agen asing yang memicu kematian dua orang tersebut.

Gelombang demonstrasi anti-pemerintah melanda Iran sejak Kamis kemarin dan terus berkembang menjadi kerusuhan hingga ke ibu kota Teheran. Demo tandingan ribuan orang yang mendukung pemerintah muncul di beberapa kota di hari ketiga. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lewat tulisannya di Twitter mengingatkan Iran bahwa "seluruh dunia menyaksikan" respons pemerintah atas demonstrasi terbesar di negara tersebut sejak 2009.

Unjuk rasa awalnya hanya mengecam kenaikan harga-harga barang dan inflasi. Demonstran menuding semua itu adalah kesalahan Presiden Hassan Rouhani. Namun demo berubah menjadi aksi penentangan menyeluruh terhadap rezim.

Baca: Iran Minta Warga Tidak Teruskan Unjuk Rasa

Otoritas Iran melalui media negara menyalahkan gerakan anti-revolusioner dan media luar sebagai memicu masalah saat ini.

"Kelompok kontra-revolusi dan media asing melanjutkan usaha mereka untuk menyalahgunakan masalah ekonomi dan mata pencaharian masyarakat demi memicu aksi yang tidak sah yang berujung kekacauan," ujar pernyataan pemerintah Iran, seperti disitir ITV, Minggu 31 Desember 2017.

Pihak berwenang mengatakan setidaknya 50 orang telah ditangkap sejak Kamis. Unjuk rasa awalnya terjadi di kota terbesar kedua di Iran, Masyhad. Demonstrasi sudah menyebar ke beberapa kota lain, termasuk Teheran.

Sabtu 30 Desember, ratusan mahasiswa bergabung dalam demonstrasi mengecam masalah ekonomi negara di Universitas Teheran. Para polisi antihuru-hara berkumpul di pintu gerbang sambil menutup jalan-jalan di sekitarnya.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA