Tertunda 48 Jam, Evakuasi Pengungsi Suriah kembali Dilanjutkan

Arpan Rahman    •    Jumat, 21 Apr 2017 18:12 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Tertunda 48 Jam, Evakuasi Pengungsi Suriah kembali Dilanjutkan
Warga Suriah dievakuasi dari desa Fuaa dan Kafraya, 20 April 2017. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)

Metrotvnews.comm, Rashidin: Ratusan pengungsi Suriah yang ketakutan melanjutkan kembali perjalanan mereka, Jumat 21 April 2017. 

Evakuasi sempat tertunda selama 48 jam di sebuah titik transit, di mana seorang pengebom membunuh puluhan orang. 

Sepuluh dari 45 bus yang membawa rakyat sipil dan pejuang loyalis dari kota-kota yang terkepung, Fuaa dan Kafraya, meninggalkan daerah pendudukan di Rashidin yang dikuasai oposisi, menurut laporan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Puluhan oposisi bersenjata menjaga bus-bus di Rashidin karena khawatir akan terjadi serangan lain.

Sebelas bus yang mengevakuasi warga sipil dan pejuang asal Zabadani dan dua daerah oposisi lainnya di sekitar Damaskus juga sedang dalam perjalanan.

"Bus dari Fuaa dan Kafraya memasuki kota kedua Aleppo, yang di bawah kendali penuh pemerintah sejak Desember," kata kepala SOHR, Rami Abdel Rahman kepada AFP, seperti dilansir Jumat 21 April 2017.



Iringan bus dari Zabadani dan daerah sekitarnya menuju provinsi Idlib yang dikuasai oposisi di barat laut.

Sebanyak 3.000 pengungsi meninggalkan kediaman mereka di Fuaa dan Kafraya saat fajar pada Rabu 19 April. Evakuasi merupakan bagian dari kesepakatan dua kubu, di mana penduduk dan pejuang juga dievakuasi dari daerah oposisi yang dikepung pasukan pemerintah.

Namun, para pengungsi terpaksa menghabiskan dua malam dalam bus di daerah pendudukan setelah perselisihan pada menit-menit terakhir mengenai pembebasan tahanan yang ditawan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Tidak jelas apakah para tahanan itu sudah dibebaskan atau belum.

Evakuasi dimulai pekan lalu, namun tertunda setelah bom bunuh diri menewaskan 126 orang, 68 di antaranya anak-anak, di titik transit Rashidin.


(WIL)