Arab Saudi Selidiki Video Berkonten Wanita Memakai Rok Mini

Arpan Rahman    •    Selasa, 18 Jul 2017 15:22 WIB
arab saudi
Arab Saudi Selidiki Video Berkonten Wanita Memakai Rok Mini
Seorang wanita yang menggunakan rok menghebohkan media sosial di Arab Saudi. (Foto: Twitter)

Metrotvnews.com, Riyadh: Otoritas Arab Saudi sedang menyelidiki seorang gadis muda yang mengunggah video dirinya mengenakan rok mini dan berjalan di tempat umum.

Wanita itu, diketahui bernama "Khulood", berbagi video yang memperlihatkan dirinya berjalan mengelilingi sebuah benteng bersejarah di Ushayqir.

Rekaman tersebut memicu perdebatan sengit di media sosial Arab Saudi. Beberapa orang menyerukan penangkapannya karena melanggar kode pakaian ketat di Arab Saudi. 

Namun ada juga sebagian warganet yang membela wanita tersebut dan memuji "keberaniannya."

Wanita di Arab Saudi harus mengenakan jubah longgar dan pakaian tertutup yang dikenal sebagai "abaya" di depan umum dan juga jilbab atau hijab. Mereka juga dilarang mengemudikan kendaraan bermotor dan tidak boleh dekat-dekat dengan pria yang bukan muhrim.

Dalam video yang awalnya dibagikan di Snapchat, akhir pekan lalu, Khulood terlihat berjalan di sepanjang jalanan sepi di sebuah benteng di Desa Antik Ushayqir, sekitar 155km utara ibu kota Riyadh, di provinsi Najd.

Najd menjadi salah satu daerah paling konservatif di Arab Saudi. Di situlah pendiri Wahhabisme -- bentuk sederhana dari Islam Sunni yang dipraktekkan oleh keluarga kerajaan dan pendirian keagamaan Saudi -- lahir pada akhir abad ke-18.

Video tersebut dengan cepat dilihat oleh banyak pengguna internet di Arab Saudi,, di mana pendapat terbelah antara orang-orang yang percaya bahwa Khulood harus dihukum, dan yang berkeras agar dia diizinkan mengenakan apapun yang dia kehendaki.

Wartawan Khaled Zidan menulis: "Kembalinya Haia (polisi agama) di sini adalah suatu keharusan."

Opini Terbagi Dua

Pengguna lain berpendapat: "Kita harus menghormati hukum negara ini. Di Prancis, niqab (selubung penutup muka) dilarang dan wanita didenda jika mereka memakainya. Di Arab Saudi, mengenakan kain abaya dan pakaian sederhana adalah bagian dari hukum kerajaan."

Penulis dan filsuf, Wael al-Gassim, mengatakan "terkejut melihat cuitan yang penuh amarah dan menakutkan".

"Saya kira dia (dikecam karena) telah mengebom atau membunuh seseorang, ternyata hanya tentang roknya. Saya bertanya-tanya, bagaimana Vision 2030 bisa sukses jika dia ditangkap," tambahnya, seperti disitir BBC, Senin 17 Juli 2017.

Vision 2030 mengacu pada program reformasi yang diluncurkan setahun lalu oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Beberapa orang membela Khulood dengan mencatat bahwa istri Presiden AS Donald Trump, Melania, dan anak perempuannya, Ivanka, telah memilih tidak mengenakan abaya atau jilbab saat berkunjung ke Arab Saudi pada Mei silam.

Seorang pengguna internet, Fatima al-Issa menulis: "Jika dia orang asing, mereka akan memuji kecantikan pinggangnya dan pesona matanya... Tapi karena dia orang Arab Saudi, mereka menyerukan agar dia ditangkap."

Senin lalu, surat kabar Okaz melaporkan bahwa pejabat di Ushayqar telah meminta gubernur dan polisi provinsi guna mengambil tindakan atas wanita tersebut. (Ratu Tiara Sari)


(WIL)