Zambia Bantah Beri Suaka kepada Robert Mugabe

Fajar Nugraha    •    Jumat, 24 Nov 2017 11:28 WIB
zimbabwe
Zambia Bantah Beri Suaka kepada Robert Mugabe
Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sempat dikabarkan meminta suaka ke Zambia (Foto: AFP).

Lusak: Pemerintah Zambia membantah laporan bahwa mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe meminta suaka di Zambia.
 
Telah beredar laporan di media sosial bahwa mantan presiden Zimbabwe yang berusia 93 tahun tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengajukan permintaan suaka di Zambia setelah 37 tahun masa kekuasaanya berakhir.
 
Namun Menteri Luar Negeri Zambia Harry Kalaba mengatakan Mugabe belummelakukan pendekatan pada Pemerintah Zambia untuk meminta suaka.
 
"Beberapa laporan mesti diperlakukan semata-mata sebagai spekulasi," ujar Kalaba, seperti dikutip Xinhua, Jumat 24 November 2017.
 
"Pemerintah Zambia belum didekati oleh Mugabe atau satu pun wakilnya," tegasnya.
 
Tuduhan yang beredar ini tidak sesuai dengan pernyataan dari pihak Zimbabwe. Laporan lain mengatakan mantan pemimpin Zimbabwe itu sebelumnya ingin tetap tinggal di Zimbabwe dan tidak hidup di pengasingan.
 
Sementara itu, Presiden Zambia Edgar Lungu dijadwalkan berada di Zimbabwe pada Jumat untuk menghadiri pelantikan pemimpin baru negeri tersebut Emmerson Mnangagwa. Keputusan Lungu untuk menghadiri upacara tersebut ditujukan untuk lebih mengkonsolidasikan hubungan antara kedua negara itu.
 
Imunitas untuk Mugabe
 
Pihak Zimbabwe menuturkan bahwa Mugabe diberikan imunitas dari kasus hukum. Mugabe bersama istrinya, Grace, juga akan dijamin keamanannya di rumah pribadi mereka.
 
Berkuasa di Zimbabwe selama 37 tahun, Mugabe akhirnya mundur pada Selasa 21 November 2017. Pemecatan dilakukan oleh Parlemen Zimbabwe, setelah delapan hari sebelumnya menolak untuk mundur sejak militer mengambil alih kekuasaan.
 
 
Sumber di pemerintahan Zimbabwe mengonfirmasi bahwa Mugabe mengatakan kepada negosiator, dia ingin meninggal di Zimbabwe. Politikus berusia 93 tahun itu juga menegaskan tidak berencana untuk mencari suaka ke luar negeri.
 
"Bagi dirinya, sangat penting untuk mendapatkan jaminan keamanan demi tinggal di negaranya sendiri. Meskipun Mugabe menegaskan akan tetap bepergian ke luar negeri saat dibutuhkan," ujar pihak Pemerintah Zimbabwe, seperti dikutip AFP, Kamis 23 November 2017.
 
"Presiden yang dilengserkan itu sepertinya sadar bahwa publik bersikap keras terhadap istrinya (Grace), terutama kemarahan di lingkaran dalam terhadap perilaku sang Istri dan pendekatan terhadap Partai Zanu-PF," sebut sumber lain di pemerintahan.
 
"Berkaitan dengan itu, sangat penting untuk menjamin keamanan keseluruhan keluarga, termasuk istri. Hal ini sangat emosional bagi dirinya dan disangat menekankan kepastian keamanan itu," pungkas sumber itu.



(FJR)