Turki Pecat 18.632 Pegawai Negara Terkait Kudeta 2016

Marcheilla Ariesta    •    Minggu, 08 Jul 2018 17:27 WIB
kudeta turki
Turki Pecat 18.632 Pegawai Negara Terkait Kudeta 2016
Warga Turki melambaikan bendera di atas Jembatan Bosphorus. (Foto: AFP).

Ankara: Otoritas Turki memerintahkan pemecatan kepada lebih dari 18.600 pegawai negara, termasuk polisi, tentara dan akademisi. Pemecatan dilakukan dua tahun usai kudeta militer gagal.

Pejabat Gazette mengatakan 18.632 orang dipecat termasuk 8.998 petugas polisi. Media lokal mengindikasikan ini adalah pemecatan terakhir setelah puluhan hingga ratusan ribu pegawai dipecat selama dua tahun terakhir.

Turki telah dalam keadaan darurat sejak militer berusaha menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Juli 2016. Sejak masa itu, pemecatan terus dilakukan pemerintahan darurat.

Periode pemerintahan darurat akan berakhir pada 19 Juli mendatang.

Dilansir dari laman AFP, Minggu 8 Juli 2018, para kritikus mengatakan Erdogan menggunakan kekuatan ekstra di bawah pemerintahan darurat. Sementara itu, pemerintahan darurat sudah diperbarui tujuh kali dan diduga menargetkan lawan penguasa.

Uni Eropa dan para kritikus berulang kali menyerukan agar Ankara mengakhirinya. Namun, pemerintah merasa perlu menghapus beberapa ancaman teror dari dalam lembaga negara.

Sementara itu, pemerintahan baru akan segera diumumkan di Turki, usai Erdogan kembali memegang tampuk kekuasaan lewat pemilihan umum.

"Pemerintah baru akan diumumkan pada Senin depan. Kabinet akan mulai bekerja dan keadaan darurat akan diselesaikan," kata Perdana Menteri Binali Yildrim pekan lalu.

Erdogan akan dilantik pada Senin depan, akan ada upacara mewah dalam pelantikan tersebut. Dia bersumpah, dalam kampanyenya, akan mengangkat keadaan darurat jika terpilih kembali.


(WIL)